Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pengelola Pizza Hut, PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) telah menyiapkan sejumlah upaya untuk menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 2026.
Corporate Secretary Pizza Hut Indonesia Andromeda Hermawan Tristanto menerangkan salah satu upaya yang dilakukan Pizza Hut Indonesia dalam hal ini adalah memanfaatkan fasilitas lindung nilai dari perbankan.
Pasalnya, melansir data Trading Economics, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang 2026 tercatat mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Sejak dibuka pada level Rp16.699 per dolar AS pada 2 Januari 2026, kini posisi rupiah telah berada di level Rp16.895 pada penutupan perdagangan 15 Januari 2026.
Manajemen PZZA juga telah menakar sensitivitas fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dalam laporan keuangan per September 2025, manajemen PZZA menerangkan bahwa setiap 10% pelemahan rupiah terhadap dolar AS, menimbulkan kerugian sebelum pajak senilai Rp406,30 juta bagi PZZA.
“Kami memanfaatkan fasilitas lindung nilai dari perbankan yang kami miliki secara optimal untuk menjaga resiliensi terhadap fluktuasi nilai tukar atas pembelian bahan baku impor, mengoptimalkan efisiensi rantai pasok, serta menyesuaikan strategi biaya dan harga secara selektif tanpa mengorbankan kualitas produk,” katanya kepada Bisnis, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Selain itu, upaya untuk memperkecil dampak dari fluktuasi rupiah juga dilakukan Pizza Hut melalui program Pizza Hut Peduli Petani. Program ini diklaim bermitra dengan lebih dari 100 kelompok petani lokal untuk memasok bahan baku bagi perseroan.
Baca Juga
- Pizza Hut (PZZA) Pede Kinerja 2026 Bertumbuh, Intip Strateginya
- Ikut Pemerintah, Pizza Hut (PZZA) Incar Pertumbuhan 5,3% pada 2026
- Pengelola Pizza Hut Berbalik Untung, PZZA Targetkan Panen Cuan di 2026
Dengan begitu, kontribusi pasokan bahan baku dalam negeri disebut semakin meningkat bagi perseroan. Selain itu, program ini disebut turut mendukung peningkatan perekonomian petani lokal.
Melalui upaya-upaya ini, Pizza Hut cukup percaya diri untuk mampu membukukan kinerja yang positif sepanjang 2026. Terlebih, setelah perseroan mampu menyudahi rugi menahun yang menghantui perseroan sejak 2020.
“Di kuartal IV/2025 kami tumbuh secara kuat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara operasional, kami tetap mencermati dinamika makroekonomi, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” tambahnya.
Selain menyiapkan strategi dalam mengantisipasi fluktuasi kurs, pada 2026 Pizza Hut Indonesia juga disebut bakal menjalankan sejumlah strategi lain untuk mendukung operasional perusahaan.
Strategi Pizza Hut Indonesia pada tahun ini akan diarahkan pada upaya penguatan sistem operasional perusahaan. Strategi itu diterjemahkan menjadi implementasi teknologi, inovasi produk, hingga kolaborasi dengan pihak luar untuk memperkuat nilai bagi pelanggan.
Dengan begitu, PZZA 'pede' mampu membukukan pertumbuhan lebih baik daripada proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 di level 5,3%–5,4%.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





