Dua pria di Jakarta Utara berinisial HW dan FTR ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan perbuatan asusila di bus Transjakarta. Mereka masturbasi hingga spermanya mengenai penumpang wanita.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menjelaskan peristiwa ini terjadi pada Kamis (15/1) sekitar pukul 18.00 WIB. Pelaku berada di bus yang ramai penumpang. Keduanya berdiri di belakang korban.
"Dua pelaku tidak kenal dengan korban, jadi dua pelaku ini sama-sama laki-laki. Yang dilakukan dua pelaku tersebut adalah pelaku inisial F memasturbasikan alat kelamin pelaku inisial H, kemudian cairan spermanya mengenai penumpang lain (korban perempuan)," kata Onkoseno kepada wartawan, Sabtu (17/1).
Kenal 3 Hari LaluOnkoseno mengatakan kedua pelaku itu saling kenal sejak tiga hari lalu. Mereka janji bertemu setelah pulang kerja di Halte Transjakarta PIK.
"(Mereka) iya teman dan janjian," ujarnya.
Perbuatan pelaku diketahui oleh penumpang lain. Keduanya langsung diamankan. Kondektur bus kemudian membawa keduanya ke polisi.
Onkoseno mengatakan belum diketahui alasan kedua pelaku melakukan perbuatannya. Kejiwaan pelaku akan diperiksa.
"Ini masih kami dalami dengan psikolog forensik," ujarnya.
HW dan FTR sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 406 KUHP terkait perbuatan asusila di muka umum dengan ancaman penjara 1 tahun.
Tanggapan TransjakartaMenanggapi peristiwa tersebut, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM, mengatakan pihaknya menyerahkan pelaku ke polisi untuk diproses hukum.
“Kami mengonfirmasi bahwa hal itu benar terjadi. Mengingat adanya aspek pidana, petugas kami di lapangan sudah mengamankan pelaku dan langsung menyerahkannya kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum,” kata Tjahyadi dalam keterangannya, Jumat (16/1).
Tjahyadi menambahkan, Transjakarta terus melakukan briefing dan evaluasi kepada seluruh petugas di lapangan guna memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami sangat mengapresiasi keberanian pelanggan yang peduli dan langsung melapor kepada petugas saat kejadian. Hal ini sangat membantu kami menjaga keamanan di dalam bus,” ujarnya.
Ia menegaskan, Transjakarta berkomitmen menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh pelanggan serta tidak mentoleransi segala bentuk tindakan asusila di lingkungan layanan transportasi publik.




