Jakarta, VIVA - Puluhan ribu pengguna X (sebelumnya Twitter) di berbagai negara mengeluhkan tidak dapat mengakses platfrom media sosial milik Elok Musk. Meski belum ada penjelsan resmi, beredar rumor yang disinyalir kuat menjadi penyebab X down pada Jumat malam, 17 Januari 2026.
Lumpuhnya X terjadi di tengah kritik keras terhadap Musk karena chatboat-nya, Grok. Platform berbasis kecerdasan buatan (AI) ini dianggap menjadi 'alat' pelecehan seksual oleh oknum pengguna dengan membuat gambar-gambar tidak senonoh, khususnya pada foto perempuan dan anak-anak.
Dikutip dari BBC pada Sabtu, 17 Januari 2026, pemicu X down kerap dikaitkan dengan gangguan sistem yang lebih luas, seperti insiden lumpuhnnya penyedia layanan internet, Cloudflare, pada November 2025. Namun, belum ada konfirmasi apakah pola serupa terjadi pada gangguan kali ini.
Di tengah ketidakjelasan penyebab Twitter down, seorang insinyur (engineer) yang bekerja untuk Musk, Christopher Stanley, mengunggah GIF kartun populer Elmo dengan tangan terangkat di tengah kobaran api. Tepat satu jam sebelum X down, ia menuliskan kata testing atau pengujian.
Unggahan Stanley ini memicu spekulasi di kalang pengguna sebagai penyebab X down.
Downdetector melaporkan pemulihan layanan X mulai terjadi beberapa jam setelah gangguan puncak seiring menurunnya ribuan laporan dari AS, Inggris hingga India. Dua fitur di platform yang banyak dikeluhkan pengguna, yakni Timeline dan Trending, sudah memuat topik terkini.
Berdasarkan data Downdetector, laporan gangguan X mulai terjadi sekitar pukul 21.00 WIB pada Jumat malam. Puncaknya sekitar pukul 22.14 WIB, tercatat ribuan laporan masuk terkait gangguan Twitter X dari berbagai wilayah, termasuk Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat.
Lebih dari 74.000 laporan masalah dari pengguna X di di Amerika Serikat (AS) sekitar pukul 10.14 pagi ET. Di Inggris, jumlah laporan tercatat sebanyak 14 ribu sementara di India mencapai 500 keluhan.
Pengguna X di Kanada juga melaporkan mengalami kendala yang sama. Namun, jumlah tersebut bisa berbeda dari kondisi sebenarnya.
Dari jumlah keluhan tersebut, sebanyak 56 persen laporkan mengeluhkan masalah aplikasi X. Sebanyak 24 persen laporan mengeluhkan kendala situs X dan 20 persen lainnya mengeluhkan koneksi server.




