- Ancol tingkatkan kewaspadaan ancaman banjir rob hingga 20 Januari 2026 akibat fase bulan baru.
- Pengelola menyiagakan 68 pompa air dan membangun tanggul darurat tambahan di area pesisir.
- Masyarakat diimbau waspada, pantau prakiraan cuaca BMKG, dan pertimbangkan destinasi rekreasi alternatif.
Suara.com - Pengelola kawasan wisata Ancol Taman Impian meningkatkan kewaspadaan penuh guna mengantisipasi ancaman banjir rob yang diprediksi melanda hingga 20 Januari 2026 mendatang.
Langkah preventif ini diambil menyusul adanya peringatan mengenai fase bulan baru yang memicu terjadinya pasang air laut maksimum di pesisir Jakarta.
Pihak pengelola tidak main-main dalam menghadapi potensi bencana tahunan ini, dengan menyiagakan puluhan alat penyedot air di titik-titik rawan.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim menguraikan langkah teknis spesifik yang telah diinstruksikan kepada pihak pengelola kawasan wisata di pesisir utara Jakarta tersebut.
Sebanyak 68 pompa air, baik tipe stasioner maupun mobile, telah disebar di seluruh area kawasan wisata untuk memastikan genangan cepat teratasi.
"Khusus Ancol, yang berpotensi rob (banjir pesisir) hingga 20 Januari 2026 akibat fase bulan baru dan pasang maksimum, pengelola siagakan 68 pompa air stasioner atau mobile," tuturnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/1/2026).
Selain penguatan armada pompa, pembangunan tanggul darurat tambahan juga dilakukan di sepanjang garis pantai yang bersentuhan langsung dengan air laut.
"Tanggul darurat tambahan di pesisir, sistem drainase ditingkatkan, dan area rendah seperti pantai dimonitor 24 jam untuk evakuasi jika diperlukan," lanjut Chico.
Meski pengamanan telah diperketat, masyarakat yang hendak berwisata tetap diminta untuk selalu waspada dan memperhatikan kondisi alam.
Baca Juga: Jakarta Hujan Deras, Sejumlah Koridor Transjakarta Alami Perpendekan Jalur Akibat Genangan Air
"Imbauan utama bagi masyarakat yang berlibur adalah prioritaskan keselamatan dengan memantau prakiraan cuaca via aplikasi BMKG atau situs resmi sebelum berangkat, terutama hindari perjalanan jika hujan lebat diprediksi," kata Chico mengingatkan.
Para pelancong yang tetap ingin berkunjung juga disarankan untuk mempersiapkan perlengkapan pribadi guna menghadapi cuaca yang tidak menentu.
"Bawa perlengkapan seperti payung, jas hujan, dan sepatu anti air. Hindari area genangan dalam, terutama di Ancol (waspada rob) dan Ragunan (genangan), patuhi protokol kesehatan dan aturan pengelola, seperti tidak mendekati area berbahaya. Jika bepergian dengan kendaraan, pastikan kondisi prima dan update lalu lintas via Dishub," imbau Chico lebih lanjut.
Pemerintah juga menyarankan agar warga mempertimbangkan opsi tempat rekreasi alternatif demi kenyamanan dan keselamatan selama periode cuaca ekstrem.
"Kami sarankan pilih destinasi indoor jika cuaca buruk, dan laporkan kejadian darurat ke BPBD di 112," pungkas Chico.
Pemprov DKI Jakarta sendiri menjadwalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 22 Januari 2026 mendatang, untuk mengantisipasi ancaman banjir secara keseluruhan di wilayah Ibu Kota akibat cuaca ekstrem.



