Konon, Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir Sumatra dari Pembukaan Lahan Sawit

jpnn.com
3 bulan lalu
Cover Berita

jpnn.com - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyebutkan kayu gelondongan yang terbawa arus ketika banjir di Sumatra bagian utara berasal dari pembukaan lahan sawit.

"Ada indikasi pembukaan-pembukaan kebun sawit yang menyisakan log (batang kayu, red)," kafa Hanif ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12).

BACA JUGA: Kemenhut Sebut Ada Dugaan Pembalakan Liar soal Kasus Kayu Gelondongan Terseret Banjir

Seorang warga terdampak banjir bandang berjalan di antara tumpukan kayu di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (2/12). Foto: YT Hariono/AFP

Alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat itu menyebutkan saat ini ada kebijakan zero burning, sehingga kayu hasil pembukaan lahan tidak dibakar.

BACA JUGA: Bawa Bantuan, Prajurit TNI Kodam I/BB Berjalan Kaki 5 Km ke Desa Terisolasi di Sitahuis

Hanif menyebutkan kayu hasil pembukaan lahan diletakkan di pinggir aliran air, kemudian terbawa arus ketika hujan lebat.

"Ternyata banjirnya yang cukup besar mendorong itu menjadi bencana berlipat-lipat," ujarnya.

BACA JUGA: Cerita BNN soal Dewi Astutik, Si Mami Penyelundup 2 Ton Narkoba Ditangkap di Kamboja

Hanif mengaku bakal menegakkan hukum terhadap pihak yang menebang pohon secara ilegal demi pembukaan kebun sawit.

"Kami mohon dukungan kepada semua kita untuk dengan teguh menegakkan aturan lingkungan hidup pada posisi bencana ini," ujar eks Direktur Jenderal (Dirjen) Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) itu.

Selain upaya penegakan hukum, kata Hanif, Kementerian LH sedang melakukan penelitian terhadao kondisi di Batang Toru, Sumatera Utara (Sumut).

Menurutnya, Batang Toru yang juga terdampak bencana memiliki lanskap unik berbentuk V. Sebab, kota berada di tengah perbukitan.

"Semua airnya masuk ke tengah dan di tengah inilah kota-kota itu berada," ujar dia.

Dia mengatakan penelitian utamanya untuk melihat dugaan hulu di Batang Toru yang seharusnya berbentuk hutan malah beralih fungsi.

"Berdasarkan kajian peta satelit kami, di bagian hulu yang seharusnya berupa hutan, ini fungsinya secara tata ruang, justru kepada pertanian lahan kering dan pertanian basah," ungkao Hanif. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persaingan Sengit Skuad Timnas AS Jelang Piala Dunia 2026
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
UI Berduka, Dokter Andito yang Meninggal karena Campak Dikenal Sebagai Pribadi Baik dan Berprestasi
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
OECD Ramal Ekonomi Dunia Hanya Tumbuh 2,9% di 2026, Efek Perang Iran
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ledakan Saluran Limbah di Teras Malioboro 1 Yogya, 3 Orang Alami Luka Bakar
• 37 menit lalukumparan.com
thumb
Timnas Indonesia Happy Dilatih John Herdman: Janjikan Performa Terbaik Lawan Bulgaria di Final FIFA Series 2026
• 2 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.