Jakarta, tvOnenews.com - Dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) 2019, Andito Mohammad Wibisono (26) meninggal dunia saat sedang menjalankan internship atau magang di RSUD Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat akibat campak.
Dokter internship tersebut diketahui meninggal dunia pada Kamis (26/3/2026) lalu karena mengalami penyakit campak dan komplikasi pneumonia.
Meski sempat menjalani perawatan medis secara intensif di RSUD Cimacan, namun nyawa dokter muda itu tak bisa tertolong karena kondisinya yang terus memburuk.
- Instagram @rsud.cimacan
Terungkap kini bahwa sosok dr. Andito adalah pribadi yang dikenal baik serta aktif dalam bidang akademik selama menjadi mahasiswa FKUI.
Dikutip dari akun Instagram @medicine_ui, dijelaskan bahwa dokter muda itu pernah menjadi asisten dekan pada periode Prof. Ari Fahrial Syam. Selain pintar, almarhum juga dikenal sebagai sosok yang baik.
"dr. Andito adalah pribadi yang baik dan menyenangkan," tulis akun tersebut, dikutip Minggu (29/3/2026).
Keluarga besar UI pun mendoakan agar sang dokter muda diterima amal ibadahnya serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Sementara itu, kabar meninggalnya dokter akibat tertular campak ini telah sampai pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Andito dikonfirmasi meninggal karena suspek campak.
"Kemenkes menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tenaga medis tersebut," akta Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman.
Sebelum meninggal, dilaporkan gejala-gejala klinis dialami dokter muda tersebut berupa demam, ruam merah, dan sesak napas berat.
Saat ini, pihak-pihak yang tercatat melakukan kontak dengan pasien telah diberi tindakan lanjutan salah satunya dengan memberikan vitamin A.
- Antara
Kemenkes pun merespons dengan mengeluarkan Surat Edaran untuk rumah sakit agar melakukan pencegahan penyakit campak, khususnya pada para tenaga kesehatannya.
Rumah sakit diminta untuk menguatkan skrining dan triase dini, menyiapkan ruang isolasi, menjaga ketersediaan alat pelindung diri (APD), dan menguatkan sistem pengendalian infeksi.
Diketahui, penyakit campak beberapa pekan terakhir memang menjadi perhatian serius khususnya di Indonesia. Tercatat pada awal tahun campak mencapai 2.470 kasus. Berdasarkan informasi terakhir, campak di Indonesia mengalami penurunan yaitu 177 kasus.




