Slackbot, Bukan Chatbot Biasa

viva.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan (AI) merevolusi kehidupan pribadi. Namun, realitas di dunia kerja, AI belum memberikan transformasi serupa — terhambat oleh antarmuka yang tidak intuitif, tersebar di berbagai tim dan alat, rentan terhadap halusinasi dan inkonsistensi, serta kurang memiliki konteks yang dibutuhkan lingkungan kerja.

Menjawab tantangan tersebut, Salesforce mengumumkan ketersediaan umum Slackbot, sebuah agen pribadi yang dirancang untuk menyatu langsung dengan alur kerja karyawan tanpa gesekan.

Baca Juga :
Sergey Brin Geser Jeff Bezos di Daftar Orang Terkaya Dunia
Restrukturisasi Jalan Terus, Ribuan Karyawan TCS Kehilangan Pekerjaan

Kehadiran Slackbot menandai pergeseran signifikan menuju apa yang disebut sebagai Agentic Enterprise. Visi ini menempatkan AI bukan lagi sebagai alat pasif, melainkan rekan kerja aktif yang memahami konteks.

Co-Founder Salesforce and CTO Slack, Parker Harris, menegaskan bahwa Slackbot merupakan pintu masuk utama menuju ekosistem Agentforce, yang membawa AI berlandaskan data perusahaan dan alur kerja langsung ke tempat percakapan terjadi.

Pelanggan paket Business+ dan Enterprise+ sudah dapat mengakses teknologi ini. Tantangan utama adopsi AI di perusahaan selama ini adalah masalah kepercayaan dan konteks.

Agen AI konvensional sering kali gagal karena mereka memulai interaksi dari nol, tanpa memahami siapa penggunanya atau apa yang sedang dikerjakan.

Slackbot mengambil pendekatan berbeda dengan dibangun langsung di atas platform Slack. Slackbot memahami percakapan, file, kanal, dan orang-orang yang berinteraksi dengan Anda setiap hari.

Kemampuan ini memungkinkannya memberikan jawaban yang dipersonalisasi dan relevan, jauh melampaui hasil pencarian standar. Dalam praktiknya, Slackbot bertindak sebagai “penjinak kekacauan”.

Bahkan, Slackbot digambarkan sebagai rekan virtual dengan pemahaman bisnis yang mendalam, yang mampu menghemat waktu sekitar 30 menit per hari hanya dengan memangkas kebutuhan berpindah konteks.

Pengguna dapat meminta Slackbot untuk merangkum perkembangan proyek, mencari file penting, atau bahkan mengubah ide kasar menjadi canvas kolaboratif dalam hitungan detik.

Bukan itu saja. Slackbot juga mengambil peran proaktif dalam manajemen waktu, membantu menemukan slot kosong di kalender dan menjadwalkan pertemuan tanpa mengharuskan pengguna meninggalkan ruang obrolan.

Kekuatan sejati Slackbot terletak pada kemampuannya menjembatani percakapan informal dengan data bisnis yang rigid.

Baca Juga :
Analisa Intelijen Unit 42 soal Serangan Siber Berbasis AI di Indonesia
Rekrutmen Dibuka Besar-besaran tapi PHK Jalan Terus, Begini Peta Pasar Kerja 2026
31 Persen Orang Indonesia Curhat ke AI kalau Lagi Sedih

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hampir 50 Tentara Venezuela Tewas dalam Operasi Penculikan Maduro oleh AS
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Yunani Bebaskan Pekerja Kemanusiaan yang Dituduh Selundupkan Migran
• 16 jam laluidntimes.com
thumb
Profil Maskapai Pesawat Sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang Hilang Kontak, Pelayanan Bintang 5
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
Janji Gelar Acara Bahagia Usai Keluar Penjara, Jonathan Frizzy Akhirnya Go Public
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Dembélé Cetak Brace, PSG Kembali Puncaki Klasemen
• 18 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.