Wilayah Terdepan Indonesia Jadi Pintu Masuk Narkoba, Jenderal Bintang 3 BNN Bongkar Strategi Baru

tvonenews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Mengawali agenda kerja di tahun 2026, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Polisi Suyudi Ario Seto, melakukan kunjungan strategis ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 

Fokus utama kunjungan ini adalah memperkuat benteng pertahanan di wilayah perairan terdepan Indonesia dari ancaman penyelundupan narkotika lintas negara.

Usai melakukan pertemuan di Mapolda Kepri pada Jumat malam, Suyudi menekankan bahwa letak geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga menjadikannya wilayah yang sangat rawan dan krusial untuk diawasi.

“Wilayah Kepri sebagai provinsi terdepan di Indonesia yang tentunya banyak beririsan dengan beberapa negara tentunya ini menjadi perhatian kami, khususnya masalah narkoba,” tegas Suyudi.

Jenderal bintang tiga ini menyatakan bahwa BNN akan terus bersiaga sebagai garda terdepan dalam memantau setiap titik masuk potensial di Kepri. 

Penguatan kolaborasi dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Kepri dan instansi terkait lainnya menjadi prioritas untuk membendung peredaran gelap narkoba.

“Khususnya masalah narkotika yang mungkin kerap masuk ke wilayah ini. Tentunya kami sebagai ujung tombak, kami ingin memberikan penguatan dan kerja sama dengan Polda Kepri dan tentunya dengan pemangku kepentingan terkait,” tambahnya.

Dalam rangkaian kunjungannya, mantan Kapolda Banten ini juga dijadwalkan menyambangi kantor BNNP Kepri di Batam pada akhir pekan. 

Saat berdiskusi dengan Kapolda Kepri, Irjen Polisi Asep Safrudin, Suyudi menginstruksikan agar pola penanganan narkoba dilakukan secara menyeluruh dan linier, tidak hanya terpaku pada penindakan di lapangan.

“Jadi kami sampaikan tadi ke Polda Kepri bahwa penanganan narkotika tidak hanya mengedepankan upaya pemberantasan saja, tapi juga bagaimana menguatkan upaya pencegahan,” jelasnya.

Selain aspek pencegahan, Suyudi juga menyoroti pentingnya sisi kemanusiaan melalui program rehabilitasi bagi mereka yang sudah terlanjur menjadi pecandu. 

Menurutnya, pemulihan pengguna adalah bagian tak terpisahkan dari upaya memutus mata rantai narkoba.

“Rehabilitasi bagi saudara-saudara kita yang sudah kadung terpapar. Kita harus meyakinkan bahwa upaya rehabilitasi adalah upaya pemulihan yang sangat penting,” ujar Suyudi.

Ia berharap melalui proses rehabilitasi yang tepat, masyarakat yang pernah terpapar dapat kembali produktif dan tidak kembali terjebak dalam lingkaran setan narkotika. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
127 Dapur SPPG Beroperasi di Kepri, Masuk Peringkat Lima Nasional
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Kementerian Kelautan dan Perikanan Ungkap Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Sulsel Itu Pesawat Patroli
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Ombak Besar Hantam Tuban, Nelayan Dua Pekan Tak Melaut
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
Rangkul Bank Indonesia, Sumbar Perkuat Ekonomi Syariah
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Banjir Rendam Jalur Pekalongan-Sragi, 9 Kereta Tujuan Semarang hingga Surabaya Dibatalkan
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.