Turun Langsung ke Lokasi, KSP Sebut Pemulihan Ponpes Darul Mukhlisin Sesuai Arahan Presiden

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memastikan Pondok Pesantren Islam Terpadu Darul Mukhlisin di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, telah bersih.

Fasilitan pendidikan itu sudah terbebas dari tumpukan kayu sisa banjir bandang. Adapun pesantren tersebut menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian pemerintah pusat dalam proses pemulihan pascabencana.

BACA JUGA: Stafsus KSP Dinilai Berhasil Hadirkan Komunikasi Data dan Empati di Tengah Bencana

Dalam kunjungan kerja ke Aceh Tamiang Kamis (15/1), Qodari menyampaikan pemulihan Pesantren Darul Mukhlisin dilakukan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan fasilitas pendidikan dan keagamaan yang terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali berfungsi.

“Itu disadari oleh pemerintah pusat. Jadi, memang tempat ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Memang ada instruksi khusus, Pak Seskab (Teddy Indra Wijaya) dan tentunya dengan arahan, melanjutkan arahan dari Bapak Presiden Prabowo untuk menangani pesantren Darul Mukhlisin ini dengan sebaik-baiknya, dengan secepat-cepatnya. Terutama dalam memindahkan kayu-kayu yang memang bertumpuk di sini,” kata Muhammad Qodari.

BACA JUGA: KSP Puji Langkah Korlantas Perluas ETLE untuk Ketertiban Berlalu Lintas

Pada kesempatan yang sama Qodari menyalurkan bantuan dan memantau rehabilitasi di berbagai sektor.

Qodari juga meninjau kompleks asrama santri putra yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena dikelilingi tumpukan kayu besar akibat banjir bandang.

Kompleks pesantren seluas sekitar 2,5 hektare ini berada di kawasan seluas lima hektare yang sempat menjadi titik penumpukan material kayu dari aliran sungai.

Di lokasi bekas tumpukan kayu, Qodari mendengarkan langsung penjelasan Pendiri Pesantren Darul Mukhlisin, Haji Zakwan, mengenai kondisi saat banjir terjadi. 

Dari penjelasan tersebut, Qodari baru mengetahui bahwa posisi pesantren secara tidak langsung menahan laju kayu dan batang pohon besar sehingga tidak masuk ke permukiman warga di sekitarnya.

Qodari juga menyimak kesaksian Pelaksana Tugas Pimpinan Ponpes Darul Mukhlisin, Mulkana, yang menceritakan bagaimana para pengurus dan santri bertahan hidup selama beberapa hari dengan keterbatasan hingga banjir surut, serta kondisi kayu-kayu besar yang sempat mengelilingi area masjid.

Menanggapi kondisi tersebut, Qodari menegaskan pesantren mengalami dampak kerusakan yang cukup serius akibat banjir, meskipun pada saat yang sama turut menahan material kayu agar tidak menyebar lebih luas.

“Tentunya konsekuensinya adalah pesantren ini rusak di banyak bagian, kena air yang begitu besar dan pohon-pohon, kayu-kayu yang begitu banyak. Juga kena lumpur yang masuk ke ruang kelas. Tetapi Alhamdulillah berkat kerja sama semua pihak, Bapak TNI, Polri, dari kehutanan, dari BUMN WIKA. Maka tempat ini pelan-pelan mulai dibersihkan. Kami lihat sudah tidak ada lagi kayunya,” ujar Qodari.

Di sisi lain, Haji Zakwan menyampaikan terima kasih atas upaya pembersihan kayu-kayu di lingkungan pesantren. Ia meluruskan informasi yang sempat beredar bahwa kayu-kayu tersebut telah dimanfaatkan.

“Kami meluruskan informasi yang menyatakan kayu-kayu telah digunakan, itu tidak benar. Belum ada kayu yang digunakan, masih utuh. Untuk bisa menggunakan kayu tersebut, kami perlu izin resmi dari pemerintah pusat,” ujar Zakwan.

Zakwan menambahkan, kegiatan belajar mengajar di pesantren sudah kembali berjalan, tetapi para santri belum dapat kembali tinggal di asrama dan masih harus pulang-pergi karena kondisi asrama putra dan putri belum memungkinkan untuk dihuni.

“Belum bisa boarding, soalnya kondisi asrama laki-laki dan perempuan belum memungkinkan untuk santri menginap. Mungkin secara perlahan akan kami rehab dulu, minta doanya juga agar segala sesuatunya cepat pulih nanti,” pungkas Zakwan.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Michael Carrick Cuma Butuh Tiga Hari dan Satu Derbi: MU Baru Saja Menyia-nyiakan 14 Bulan Usai Tekuk Manchester City 2-0
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Dua Alasan Utama Mengapa Al Azhar Kairo Jadi Magnet Utama Bagi Pelajar Indonesia
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polda Sulut Periksa 20 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Gedung Pancasila Unima
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Viral Mobil Pasang Stiker Biru di Plat Nomor Diduga Hindari Ganjil Genap, Polisi Bakal Lakukan Penyelidikan
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Joker 2 Gagal di Box Office, Bos Warner Bros Akui Film Terlalu Berani Ambil Risiko
• 5 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.