FAJAR.CO.ID, MAROS — Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI).
Untuk diketahui, Tim DVI merupakan tim gabungan multidisiplin yang dibentuk untuk mengidentifikasi korban jiwa dalam bencana massal, di antaranya kecelakaan pesawat.
“Kami sudah menyiapkan tim DVI dan rencananya besok tim sudah siap beroperasi. Keluarga korban akan kami undang untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut,” ujar Djuhandhani kepada awak media, Minggu (18/1/2026).
Dikatakan Djuhandhani, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak terkait dalam hal tersebut.
“Anggota kami masih berada di lapangan untuk melakukan pengecekan. Jika ditanyakan kepastian waktu, yang jelas kami tidak akan pernah berhenti berupaya untuk mencari korban dan lokasi kejadian,” sebutnya.
Kata mantan Dirtipidum Bareskrim Polri ini, Tim DVI tersebut ditempatkan di Rumah Sakit Angkatan Udara yang berada dekat dengan bandara.
“Untuk personel DVI, kami menurunkan tim dari Mabes Polri dan Polda Sulsel, dan hingga saat ini kami terus berkoordinasi,” Djuhandhani menuturkan.
“Untuk helikopter, sampai saat ini kami menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara,” kuncinya.
Sebelumnya diketahui, data manifest penerbangan pesawat ATR milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar telah dirilis.
Total terdapat 11 orang di dalam pesawat, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.
Delapan kru penerbangan tersebut meliputi Kapten Andy Dahananto selaku pilot, First Officer Yudha Mahardika, serta enam awak lainnya, yakni Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita S.
Sementara tiga penumpang yang tercatat dalam manifest masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur dan mengedepankan kehati-hatian mengingat kondisi medan serta cuaca di lokasi.
(Muhsin/Fajar)





