Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat

merahputih.com
13 jam lalu
Cover Berita

MERAHPUTIH.COM - POLDA Sulawesi Selatan telah menyiapkan posko antemortem sebagai langkah antisipasi setelah hilangnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. Pesawat ini diduga jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1).

Posko antemortem tersebut akan didirikan di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara dr Dody Sardjito, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Posko ini didirikan untuk mendukung proses identifikasi korban yang ditemukan dalam peristiwa dugaan kecelakaan pesawat tersebut.

Sejumlah persiapan dilakukan tim Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, mulai dari penyusunan data antemortem hingga penyiapan peralatan identifikasi. Berbagai perlengkapan dibawa ke lokasi, termasuk boks peralatan disaster victim identification (DVI) guna membantu proses identifikasi korban di tempat kejadian perkara.

Biddokkes Polda Sulsel juga mengerahkan tiga tim DVI yang terdiri dari 12 personel. Ketiga tim tersebut diberangkatkan menggunakan tiga kendaraan menuju Posko SAR Gabungan di Kabupaten Maros untuk bergabung dengan tim pencarian di lapangan.

Baca juga:

Kronologis Pesawat Patroli KKP Hilang Kontak di Maros, Sempat Terdeteksi Keluar Jalur


Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan penempatan tim DVI guna identifikasi disiapkan di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara dr Dody Sardjito yang berada dekat dengan bandara.

“Di RSAU, di tempat AU, yang cepat dan dekat dengan bandara, sudah kami persiapkan,” ujarnya kepada wartawan di Makasar, Sulawesi Selatan, dikutip Minggu (18/1).

Kapolda memastikan seluruh kekuatan telah disiapkan. “Kami punya banyak tim, baik dari Mabes Polri maupun dari Polda, semuanya siap dan terus berkomunikasi,” tuturnya.

Ia juga mengatakan pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dalam upaya pencarian. “Kami akan mengundang keluarga untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut. Untuk sementara, kami terus berkomunikasi. Anggota kami masih berada di lapangan untuk melakukan pengecekan,” sambungnya.

Ia menegaskan, upaya pencarian akan terus dilakukan tanpa batas waktu. “Kami tidak akan pernah berhenti mencari atau berupaya menemukan lokasi terjadinya musibah ini,” tegassnya.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (registrasi PK-THT) dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1). Pesawat tersebut membawa total 11 orang, yang terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang.

Sejauh ini, laporan resmi menyatakan tidak ada penyintas (korban selamat) dalam insiden tersebut. Berikut identitas beberapa korban yang telah dikonfirmasi berdasarkan manifes dan pernyataan resmi:

Ketiga penumpang merupakan pegawai dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP yang sedang dalam misi patroli wilayah:

Ferry Irawan
Deden Mulyana
Yoga Nauval
Kru Pesawat

Hingga saat ini, daftar lengkap nama 8 kru pesawat belum dirilis secara terperinci oleh pihak maskapai atau otoritas terkait kepada publik secara luas.(knu)

Baca juga:

Tim Evakuasi Dikerahkan ke Titik Koordinat Terakhir Pesawat Patroli KKP Hilang Kontak




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jangan Salah Jalan, SIM Keliling Hari Ini Cuma Ada di Titik Ini
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Profil Vira Yuniar, Istri Teuku Ryan yang Awet Muda, Dijuluki Ratu Sinetron Era 90-an!
• 8 jam lalugrid.id
thumb
7 Fakta Menarik Drama Korea Can This Love Be Translated?, Kim Seon-ho Bongkar Rahasia Adegan Ikonik
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tak Hanya Jakarta, Banjir Merendam Kabupaten Pemalang dan Pekalongan hingga Ketinggian 1,5 Meter
• 7 jam laludisway.id
thumb
KKP Fasilitasi UPI Peroleh Tarif 0 Persen Ekspor Tuna ke Jepang
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.