Palembang, VIVA – Sriwijaya FC pernah menjadi simbol kejayaan sepak bola Indonesia. Klub asal Palembang yang dijuluki Elang Andalas itu dikenal sebagai salah satu tim tersukses di Tanah Air, bahkan sempat dijuluki “Los Galacticos-nya Indonesia” karena kekuatan skuad dan deretan prestasi yang ditorehkan.
Namun, kejayaan tersebut kini tinggal kenangan. Sriwijaya FC saat ini berada di titik nadir, terpuruk di dasar klasemen Liga 2 dan terancam turun kasta ke Liga 3.
Pada masa emasnya, Sriwijaya FC mencatat sejarah besar. Klub ini meraih dua gelar Liga Indonesia/Liga Super Indonesia pada musim 2007/2008 dan 2011/2012. Prestasi paling ikonik terjadi pada 2008, ketika Sriwijaya FC sukses memborong gelar liga dan Piala Indonesia sekaligus, menjadikannya klub pertama di Indonesia yang meraih Double Winners.
Tak berhenti di situ, mereka kembali menegaskan dominasi dengan menjuarai Piala Indonesia tiga kali berturut-turut pada 2008, 2009, dan 2010, sebuah rekor yang belum tertandingi hingga kini.
Di level internasional, Sriwijaya FC juga pernah mengharumkan nama Indonesia dengan tampil di ajang AFC Cup. Menghadapi klub-klub kuat Asia, Sriwijaya FC kala itu menunjukkan bahwa tim dari Indonesia mampu bersaing di kancah kontinental. Status mereka sebagai salah satu klub kebanggaan nasional pun semakin kokoh.
Namun roda kehidupan sepak bola berputar ke arah yang sangat berbeda. Dalam beberapa tahun terakhir, Sriwijaya FC dilanda masalah finansial serius yang berdampak langsung pada performa tim.
Puncak keterpurukan terlihat saat mereka mengalami kekalahan telak 0-7 dari FC Bekasi City. di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat 16 Januari 2026. Hasil yang mencerminkan betapa jauhnya jarak antara Sriwijaya FC sekarang dengan tim yang dulu disegani.
Di kompetisi Championship (Liga 2) Grup 1, Sriwijaya FC terpuruk di dasar klasemen. Dari 16 pertandingan, mereka hanya mampu mengumpulkan 2 poin, sebuah catatan yang membuat peluang bertahan di Liga 2 nyaris tertutup. Ancaman degradasi ke Liga 3 alias Liga Nusantara pun semakin nyata.
Kondisi memprihatinkan Sriwijaya FC tak hanya terlihat di lapangan. Masalah keuangan membuat tim harus menjalani perjalanan tandang dengan segala keterbatasan. Salah satu momen yang menyentuh perhatian publik adalah ketika Sriwijaya FC harus menempuh perjalanan darat sejauh sekitar 800 kilometer menggunakan bus untuk laga tandang ke Tegal, dengan hanya membawa 15 pemain.





