PEKALONGAN, KOMPAS.TV - Banjir kembali mengganggu perjalanan kereta api di wilayah Pantura Jawa Tengah. Genangan air merendam jalur rel di petak Pekalongan–Sragi, tepatnya di KM 88+6 hingga 88+7, sehingga jalur hulu dan hilir tidak bisa dilintasi untuk sementara waktu.
Akibat kondisi tersebut, PT KAI Daop 4 Semarang melakukan penutupan jalur dan menyesuaikan pola operasi demi keselamatan perjalanan kereta.
Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa gangguan ini dipicu oleh genangan banjir yang cukup tinggi di badan rel.
“Akibat genangan banjir setinggi 20 sentimeter di rel kereta api, jalur hulu dan hilir pada petak Pekalongan–Sragi belum dapat dilalui perjalanan kereta api,” ujar Luqman dalam Breaking News KompasTV, Minggu (18/1).
Baca Juga: Update Banjir Jakarta: Motor Diizinkan Masuk Tol, BPBD Sementara Tunda Operasi Modifikasi Cuaca
Menurutnya, air menutup kedua jalur di bentang antara Stasiun Pekalongan hingga Stasiun Sragi, sehingga operasional tidak memungkinkan dilakukan secara normal.
Pola Operasi Diubah, 4 Kereta Dialihkan
Sebagai langkah mitigasi, PT KAI melakukan perubahan pola operasi dengan mengalihkan rute sejumlah perjalanan kereta api melalui lintas memutar.
“Perubahan pola operasi kereta api dilakukan dengan pengalihan rute sejumlah kereta api melalui lintas memutar,” lanjut Luqman.
Adapun empat kereta api yang mengalami pengalihan rute meliputi:
- Kereta Api Argo Anjasmoro
- Kereta Api Jayabaya
- Kereta Api Harina
- Kereta Api Kamandaka
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- banjir pantura
- kai daop 4 semarang
- rel kereta tergenang
- pekalongan sragi
- perjalanan kereta api
- pembatalan kereta



