FAJAR, SURABAYA – Persebaya Surabaya di bawah komando Bernardo Tavares melakukan langkah berani menjelang putaran kedua Super League 2025/2026.
Fokus utama sang pelatih adalah mengganti mesin gol Green Force.
Jika sebelumnya Trio MBG (Malik Risaldi, Bruno Moreira, Gali Freitas) menjadi tumpuan, kini muncul siap muncul trio baru.
Transformasi ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan evolusi taktik.
Demi mendongkrak produktivitas gol yang dianggap masih belum maksimal di paruh musim pertama.
Mengapa Trio MBG Diganti?
Sepanjang putaran pertama, kombinasi Malik Risaldi, Bruno Moreira, dan Gali Freitas sebenarnya tidak tampil buruk.
Namun, data menunjukkan adanya ketimpangan antara peluang yang diciptakan dengan jumlah gol yang bersarang di gawang lawan.
Bruno Moreira menjadi pilar paling subur dengan 7 gol dan 3 assist.
Sedangkan Gali Freitas memberikan kontribusi stabil dengan 4 gol.
Malik Risaldi baru berhasil mengonversi 1 gol dari 20 kali percobaan dan 2 assist.
Rendahnya efisiensi inilah yang mendorong Bernardo Tavares untuk mendatangkan tenaga baru guna menciptakan kompetisi internal yang lebih sehat.
Kekuatan Baru Bajul Ijo
Bernardo Tavares mendatangkan tiga legiun asing baru untuk memperkuat kedalaman skuad: Bruno Paraíba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes.
Kehadiran Bruno Paraíba diprediksi akan mengubah komposisi inti menjadi trio baru.
“Kami butuh keseimbangan. Tim yang kuat harus memiliki dua hingga tiga pemain berkualitas di setiap posisi yang bersaing secara sehat. Kami mencari kombinasi antara kecepatan dan keunggulan duel udara,” tegas Tavares.
Adaptasi dan Uji Coba
Memanfaatkan jeda liga, Tavares langsung tancap gas.
Selain latihan fisik, Persebaya berencana menggelar serangkaian laga uji coba.
Agenda ini sangat krusial untuk mempercepat adaptasi pemain baru dengan karakter tim.
Tujuan lainnya untuk melihat kesiapan pemain dan membangun chemistry di lini depan agar trio baru langsung “nyetel” di laga perdana putaran kedua.
“Kami harus bekerja keras karena ada pemain baru yang datang. Mengenal karakteristik mereka di lapangan adalah prioritas kami saat ini agar ruang ganti semakin kuat,” tambah pelatih asal Portugal tersebut.
Ambisi di Paruh Kedua
Perubahan mesin gol ini menjadi sinyal bahwa Persebaya tidak ingin sekadar menjadi penggembira di papan atas Super League.
Dengan statistik Bruno Moreira yang impresif (akurasi umpan 78% dan 17 key pass), kehadiran striker murni seperti Bruno Paraíba diharapkan mampu menyempurnakan setiap peluang yang ada.
Persaingan di lini depan Bajul Ijo kini dipastikan memanas.
Siapa pun yang akan mengisi slot utama, targetnya hanya satu: membawa Persebaya Surabaya tampil lebih mematikan dan konsisten mencetak gol. (*)



