Tingginya angka kematian bayi dan ibu masih menjadi tantangan serius dalam sektor kesehatan di Indonesia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa setiap tahun sekitar 33 ribu bayi meninggal dunia. Angka ini setara dengan hampir empat kematian bayi setiap jam.
"Jika Anda membagi dengan 365 hari dan 24 jam, maka setiap jam hampir empat bayi meninggal. Selama kita duduk dan berbicara satu jam, tiga bayi meninggal di Indonesia,” ujar Menkes dalam acara konferensi pers penguatan produksi Multi Micronutrient Supplement (MMS) di Bayer, Depok, Jawa Barat pada Rabu (14/1).
Selain kematian bayi, angka kematian ibu juga masih tergolong tinggi. Tercatat sekitar 4.100 ibu meninggal setiap tahun, yang berarti dalam kurun waktu dua jam dapat terjadi dua kematian ibu. Kondisi ini menjadi perhatian utama pemerintah.
"Artinya, dalam dua jam kita bicara seperti ini saja, ada dua ibu yang meninggal. Itu yang ingin saya kurangi," tuturnya.
Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Pemerintah Dorong Pemberian MMS bagi Ibu HamilSebagai upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, pemerintah memprioritaskan penguatan pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan anak, termasuk pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan sektor industri untuk memastikan kecukupan gizi ibu hamil demi melahirkan generasi yang sehat.
Salah satu intervensi yang didorong adalah pemberian Multiple Micronutrient Supplement (MMS) bagi ibu hamil. Suplemen ini dirancang sebagai pengganti Tablet Tambah Darah (TTD) konvensional dan mengandung 15 jenis nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan.
Mendukung program tersebut, Bayer memperkuat fasilitas manufaktur dan pusat risetnya di Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Depok. Perusahaan ini melakukan investasi besar guna meningkatkan kapasitas produksi, termasuk untuk MMS.
Head of Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Priscilla Silvan Prarizta, menyampaikan bahwa Bayer menginvestasikan 1,4 juta euro atau sekitar Rp 26 miliar untuk meningkatkan efisiensi produksi hingga 20 persen. Saat ini, pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 2,4 miliar tablet per tahun untuk pasar domestik dan global.
“Khusus untuk MMS, Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mampu memproduksi hingga 1.2 miliar tablet per tahun dalam kemasan botol dan blister,” ucap Priscilla.
Melalui sinergi antara pemerintah dan industri, berbagai langkah ini diharapkan mampu menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.





