Sering Sesak Napas dan Lelah? Waspadai Tanda Penyakit Jantung pada Perempuan

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Sesak napas saat beraktivitas ringan atau rasa lelah berlebihan kerap dianggap wajar oleh banyak perempuan. Padahal, keluhan yang terlihat sepele ini bisa menjadi tanda awal penyakit jantung, serta jadi kondisi serius yang masih sering luput dikenali pada perempuan. Berbeda dari gambaran klasik serangan jantung pada laki-laki, penyakit jantung pada perempuan kerap hadir dengan gejala yang lebih samar dan tidak khas.

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, termasuk pada perempuan. Namun, kesadaran akan risiko ini masih rendah. Banyak perempuan tidak merasa dirinya rentan, bahkan ketika memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau gangguan hormon. Akibatnya, penyakit sering terdeteksi terlambat saat kondisinya sudah memburuk.

“Penyakit jantung pada perempuan sering terlewat karena gejalanya tidak selalu berupa nyeri dada hebat, melainkan kelelahan ekstrem, sesak napas, atau rasa tidak nyaman yang sulit dijelaskan,” ujar Dr. Nieca Goldberg, ahli jantung dan profesor kedokteran di NYU Grossman School of Medicine.

Menurutnya, banyak perempuan datang berobat saat kondisi sudah lebih serius karena menganggap keluhan awal sebagai masalah biasa.

Mengapa Penyakit Jantung pada Perempuan Sering Tidak Terdeteksi?

Secara biologis, sistem kardiovaskular perempuan berbeda dari laki-laki. Pembuluh darah dan ruang jantung cenderung lebih kecil, jumlah sel darah merah lebih rendah, serta pengaruh hormon yang kompleks. Perbedaan ini membuat respons tubuh terhadap gangguan jantung juga berbeda, termasuk cara gejalanya muncul.

Selain itu, perempuan lebih sering mengalami apa yang disebut silent heart attack atau serangan jantung tanpa gejala khas. Dalam banyak kasus, hasil pemeriksaan awal bisa terlihat normal meski keluhan tetap ada. Kondisi ini membuat sebagian perempuan merasa ragu pada insting tubuhnya sendiri dan menunda pemeriksaan lanjutan.

Gejala yang Sering Dianggap Biasa, Padahal Mengkhawatirkan

Selain nyeri dada, perempuan lebih sering melaporkan kelelahan tidak biasa, sesak napas, pusing, mual, gangguan tidur, hingga rasa tidak nyaman di rahang, punggung, atau leher. Gejala ini bisa muncul berulang, datang dan pergi, bahkan terjadi berminggu-minggu sebelum kejadian serius.

Kelelahan ekstrem adalah salah satu tanda paling umum. Banyak perempuan menggambarkannya sebagai rasa lelah yang tidak wajar, berbeda dari capek setelah aktivitas. Sayangnya, keluhan ini sering dikaitkan dengan stres, kurang tidur, atau beban pekerjaan, bukan kondisi jantung.

Faktor Risiko yang Lebih Tinggi pada Perempuan

Beberapa kondisi meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan pada perempuan. Diabetes, misalnya, membuat perempuan dua hingga empat kali lebih rentan terkena penyakit jantung dibanding laki-laki dengan kondisi yang sama. Tekanan darah tinggi juga lebih sulit dikontrol, terutama setelah menopause.

Faktor lain yang kerap luput diperhatikan adalah riwayat kehamilan, seperti preeklamsia atau diabetes gestasional, serta kondisi hormonal seperti PCOS. Penyakit autoimun yang mayoritas penderitanya perempuan juga terbukti meningkatkan risiko gangguan jantung dalam jangka panjang.

Tes Jantung dan Pengobatan Tidak Selalu Sama

Pada perempuan, sumbatan pembuluh darah tidak selalu berupa plak besar yang mudah terlihat lewat pemeriksaan standar. Kadang, yang terjadi adalah lapisan plak halus yang tidak terdeteksi oleh tes konvensional. Inilah mengapa sebagian perempuan tetap mengalami gejala meski hasil pemeriksaan awal tampak normal.

Perempuan juga lebih sering mengalami efek samping obat tertentu, sehingga pengobatan perlu disesuaikan secara individual. Karena itu, penting bagi perempuan untuk menyampaikan semua gejala secara detail dan meminta pemeriksaan menyeluruh bila keluhan berlanjut.

Langkah Sederhana yang Bisa Menyelamatkan Nyawa

Pencegahan tetap menjadi kunci. Pemeriksaan rutin tekanan darah, kolesterol, dan gula darah sangat penting, terutama bagi perempuan di atas 40 tahun atau yang memiliki faktor risiko. Aktivitas fisik teratur, pola makan seimbang, berhenti merokok, dan mengelola stres terbukti mampu menurunkan risiko penyakit jantung secara signifikan.

Hal yang tak kalah penting, dengarkan sinyal tubuh. Jika sesak napas, cepat lelah, atau rasa tidak nyaman muncul tanpa sebab jelas, jangan ragu untuk mencari bantuan medis. Mengenali gejala lebih awal dan berani meminta pemeriksaan lanjutan bisa menyelamatkan hidupmu, Ladies.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Broken Strings Aurelie Moeremans Viral, Megan Domani Beri Dukungan untuk Calon Kakak Ipar: Aku Semangatin
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Ramalan Keuangan Shio Besok, 19 Januari 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Perbankan AS Hadapi Ujian Usai Trump Serukan Batas Bunga Kartu Kredit 10 Persen
• 35 menit laluidxchannel.com
thumb
Etika Dipertanyakan, Kuasa Hukum Sebut Denada Tak Pernah Tanya Kabar Ressa Rizky Selama 24 Tahun
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Chelsea Vs Brentford: Efektivitas Chelsea jadi Kunci Kalahkan Brentford
• 19 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.