TOTTENHAM Hotspur semakin tenggelam dalam krisis setelah menelan kekalahan pahit 1-2 dari tim papan bawah West Ham United, Sabtu (17/1).
Hasil itu memperpanjang catatan kelam the Lilywhites yang musim ini baru mampu memetik dua kemenangan dari 11 laga kandang di Liga Primer Inggris.
Kekalahan di hadapan publik sendiri tersebut membuat posisi pelatih Thomas Frank berada di ujung tanduk.
Baca juga : City Menang 3-1 Plymouth, Guardiola Akui tak Anggap Remeh Lawan
Sorakan bernada pemecatan menggema dari tribun penonton setelah Callum Wilson mencetak gol kemenangan bagi tim tamu di masa injury time.
Kekalahan itu merupakan yang kedelapan bagi Spurs dari 14 pertandingan terakhir di semua kompetisi, yang membuat mereka terjerembap di peringkat ke-14 klasemen.
West Ham, yang sebelumnya tidak pernah menang sejak awal November, justru tampil percaya diri dan unggul lebih dulu lewat gol Crysencio Summerville pada menit ke-15.
Baca juga : Pelatih Arsenal Arteta: Leicester City Masih Jadi Ancaman
Meski Cristian Romero sempat menghidupkan asa melalui sundulan kerasnya untuk menyamakan kedudukan, kelengahan di menit akhir dalam mengantisipasi sepak pojok membuat Spurs harus kehilangan poin.
"Ini sangat sulit diterima, rasanya sangat menyakitkan. Para pemain sudah memberikan segalanya, dan itu adalah tanda sebuah skuad yang sedang berjuang keras untuk menang," ujar Thomas Frank dikutip dari AFP.
Frank menilai anak asuhnya tampil jauh lebih baik di babak kedua dan tidak layak kalah secara dramatis seperti saat melawan Bournemouth pekan lalu.
Namun, ia menyadari bahwa kegagalan memanfaatkan peluang dan rapuhnya pertahanan di momen krusial menjadi penyebab utama kehancuran timnya.
"Kami kebobolan lewat tembakan yang terdefleksi dan sepak pojok di menit terakhir yang seharusnya bisa kami antisipasi dengan lebih baik. Ini masa-masa sulit bagi pemain, penggemar, dan seluruh elemen klub," tambah Frank.
Spurs tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi nasib. Mereka sudah ditunggu laga berat melawan Borussia Dortmund di Liga Champions pada Rabu (21/1) mendatang, disusul kunjungan ke markas Burnley akhir pekan depan.
Tekanan kini tertuju pada Frank untuk segera membalikkan keadaan di tengah bayang-bayang kegagalan musim lalu, saat Spurs finis di posisi ke-17 meski berhasil menjuarai Liga Europa. (H-2)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475832/original/070892100_1768660576-Menteri_KKP.jpeg)
