Bisnis.com, SOLOK — Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pembenahan saluran irigasi di Banda Gadang, Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan sedimen lumpur telah menyebabkan pasokan air lahan persawahan masyarakat di lima nagari di Kecamatan Gunung Talang jadi terganggu, dan hal itu berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat.
“Informasi dari Pemkab Solok ada lima nagari/desa yang terdampak [bencana] itu di antaranya, Nagari Kotogaek Guguak, Kotogadang Guguak, Jawi-Jawi Guguak, Talang dan Cupak,” kata Mahyeldi, Sabtu (17/1/2026).
Dia menyebut, pembenahan irigasi yang sangat penting bagi sektor pertanian membutuhkan penanganan yang serius. Itu sebabnya, Pemprov Sumbar butuh penanganan jangka panjang.
Untuk tahun ini, Pemprov Sumbar setidaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar melalui PSDA untuk pembenahan saluran irigasi di lokasi tersebut.
“Untuk perbaikan hulu irigasi, saya minta dukungan Bank Nagari melalui skema Corporate Social Responsibility [CSR]. Jadi dalam melakukan penanganan permanen, kami sudah alokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar melalui PSDA Sumbar, sedangkan untuk pembenahan Kapalo Banda kami minta dukungan CSR dari Bank Nagari,” jelasnya.
Dengan adanya pembenahan tersebut, Mahyeldi berharap agar saluran irigasi Banda Gadang dapat kembali berfungsi optimal untuk mengairi sekitar 5.500 hektare sawah masyarakat di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
“Mudah-mudahan, ini bisa kita selesai segera agar pasokan air untuk 5.500 hektare sawah masyarakat bisa kembali optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Solok Candra menyampaikan pembenahan saluran irigasi tersebut tidak hanya berdampak positif untuk pengairan tapi juga bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga, Ibul, bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu telah menyebabkan pohon tumbang dan terjadi longsoran di beberapa titik sehingga mengakibatkan saluran irigasi Banda Gadang rusak.
“Meski pun mesti menunggu solusi permanennya, tapi kami tenang karena sudah ada kejelasan dari pemerintah, bahkan Gubernur dan Wabup hadir langsung gotong royong bersama kami,” tuturnya.




