2 Hari Sebelum Hantam Gunung Bulusaraung, Pesawat ATR Ternyata Sempat Balik Kanan di Halim Gara-gara Gangguan Mesin

grid.id
11 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Misteri di balik jatuhnya pesawat ATR 42-500 bernomor registrasi PK-THT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, perlahan mulai terkuak. Sebelum insiden memilukan itu, kondisi kesehatan pesawat tersebut ternyata sempat dipertanyakan.

Dua hari sebelum tragedi terjadi, tepatnya pada Kamis (15/1/2026), pesawat yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport ini dilaporkan mengalami kendala teknis serius. Informasi ini diungkap kesaksian seorang pengelola private jet yang berbasis di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Berdasarkan keterangan saksi, pesawat tersebut sejatinya sudah melakukan lepas landas (take off) pada hari Kamis itu. Namun, penerbangan tidak berjalan mulus. Pesawat terpaksa melakukan prosedur Return to Base (RTB) atau kembali mendarat darurat di bandara asal.

"Pesawat ini sudah terbang meninggalkan Bandara Halim, tetapi kembali mendarat karena ada kerusakan mesin,” kata sang pengelola private jet kepada awak media, Sabtu (17/1/2025), seperti dikutip dari TribunVideo.com.

Kesaksian ini semakin kuat karena saksi melihat langsung proses perbaikan pesawat tersebut. Posisi parkir pesawat saksi dan pesawat nahas tersebut bersebelahan di apron bandara.

“Pesawat kami parkir di sebelah pesawat ini yang sedang diperbaiki mesinnya,” tambahnya.

Kini, tim SAR gabungan dilaporkan telah berhasil mencapai titik jatuhnya pesawat di medan terjal Gunung Bulusaraung. Berbagai serpihan vital telah ditemukan berserakan.

Tim evakuasi mengidentifikasi bagian badan pesawat, jendela, hingga bagian ekor yang hancur di area puncak pegunungan tersebut.

Sebagai informasi, pesawat dengan registrasi PK-THT ini bukanlah pesawat komersial pengangkut penumpang umum. Pesawat ini disewa secara khusus untuk mendukung misi negara di bawah kendali Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Armada ini bertugas memfasilitasi Tim Air Surveillance Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Tugas utamanya adalah melakukan patroli maritim dari udara, sebuah langkah krusial untuk memberantas praktik pencurian ikan atau illegal fishing yang marak di perairan Indonesia.

Tragedi jatuhnya pesawat ini pun menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga besar KKP. Total ada 10 nyawa yang berada di dalam penerbangan tersebut, meliputi kru pesawat yang bertugas dan para penumpang yang merupakan pegawai negara. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pantau Informasi Trafik Long Weekend Perayaan Isra Mi’raj di Tol Trans Sumatera
• 4 jam laludisway.id
thumb
Wamenhaj: 33,2 Persen PPIH Perempuan demi Kenyamanan Jemaah Haji
• 13 jam laluidntimes.com
thumb
Permata Bank dan BCA Optimistis Kredit Konsumer Tumbuh Positif
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Pemerintah Percepat Pembangunan, Desa-Desa Terisolasi di Aceh Segera Terhubung Kembali
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Daftar Negara dengan Coffee Shop Terbanyak di Dunia
• 15 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.