Jakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra meyakini keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), yang masif, bakal mempercepat pencapaian target dekarbonisasi pemerintah.
Menurut dia, dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu, SPKLU memiliki keunggulan fleksibilitas lokasi dibandingkan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), karena dapat dibangun di mana saja selama tersedia jaringan listrik.
"Saya berharap ekosistem ini terus dikembangkan untuk mendukung target dekarbonisasi dan pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen," katanya dalam kunjungan kerjanya ke SPKLU PLN di Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2026).
Pada kesempatan itu, Hangga, panggilannya, memberikan apresiasi atas perkembangan infrastruktur kelistrikan, yang agresif di Jawa Barat, terutama dengan memanfaatkan pasokan listrik yang sudah 33 persen berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT).
Pertumbuhan kendaraan listrik (EV) di Jawa Barat menunjukkan tren yang masif, dengan 22 persen dari total penjualan listrik nasional saat ini berasal dari wilayah kerja PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat.
Hingga Desember 2025, PLN telah mengoperasikan 501 unit SPKLU yang tersebar di 289 lokasi strategis, termasuk penyediaan unit ultra fast charging di seluruh rest area jalur Tol Trans-Jawa guna melayani mobilitas pengguna EV yang melakukan perjalanan lintas kota.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat Krisantus H Setyawan menjelaskan penambahan SPKLU merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap program dekarbonisasi pemerintah.
Menurut dia, PLN tidak hanya menyediakan stasiun pengisian tetap, tetapi juga menyiapkan layanan SPKLU Mobile bagi pelanggan yang mengalami kondisi baterai rendah sebelum mencapai titik pengisian.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bandung Donna Sinatra memaparkan hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 400.625 kali transaksi pengisian daya dengan total energi tersalurkan mencapai 9.481.373 kWh.
"Tren ini tumbuh sebesar 298 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.
Sementara itu, Manajer Pelayanan Pelanggan PLN UID Jabar Retna Arliana mengungkapkan PLN selalu melakukan evaluasi berdasarkan pengalaman pelanggan.
Salah satu inovasi terbaru yang diluncurkan pada Desember 2025 adalah fitur Antrean SPKLU di aplikasi PLN Mobile.
"Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan nomor antrean digital dan memantau status stasiun pengisian apakah sedang digunakan atau tersedia melalui indikator warna," jelasnya.
Hangga menambahkan kunjungan kerjanya ini juga untuk mengetahui hambatan birokrasi yang ada, agar investor tidak beralih ke negara lain.
"Dengan dukungan infrastruktur yang andal dan insentif yang kompetitif, diharapkan masyarakat akan semakin terbiasa menggunakan kendaraan listrik dan transportasi umum bertenaga listrik guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia," sebutnya.
Baca juga: Kemenperin perkuat implementasi peta jalan dekarbonisasi industri
Baca juga: Pertamina optimalkan pemanfaatan gas suar untuk dekarbonisasi
Baca juga: PII soroti pentingnya dekarbonisasi dalam konstruksi modern
Baca juga: Tenaga Ahli Menteri ESDM tekankan pentingnya implementasi Keppres 1/2025
Menurut dia, dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu, SPKLU memiliki keunggulan fleksibilitas lokasi dibandingkan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), karena dapat dibangun di mana saja selama tersedia jaringan listrik.
"Saya berharap ekosistem ini terus dikembangkan untuk mendukung target dekarbonisasi dan pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen," katanya dalam kunjungan kerjanya ke SPKLU PLN di Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2026).
Pada kesempatan itu, Hangga, panggilannya, memberikan apresiasi atas perkembangan infrastruktur kelistrikan, yang agresif di Jawa Barat, terutama dengan memanfaatkan pasokan listrik yang sudah 33 persen berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT).
Pertumbuhan kendaraan listrik (EV) di Jawa Barat menunjukkan tren yang masif, dengan 22 persen dari total penjualan listrik nasional saat ini berasal dari wilayah kerja PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat.
Hingga Desember 2025, PLN telah mengoperasikan 501 unit SPKLU yang tersebar di 289 lokasi strategis, termasuk penyediaan unit ultra fast charging di seluruh rest area jalur Tol Trans-Jawa guna melayani mobilitas pengguna EV yang melakukan perjalanan lintas kota.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat Krisantus H Setyawan menjelaskan penambahan SPKLU merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap program dekarbonisasi pemerintah.
Menurut dia, PLN tidak hanya menyediakan stasiun pengisian tetap, tetapi juga menyiapkan layanan SPKLU Mobile bagi pelanggan yang mengalami kondisi baterai rendah sebelum mencapai titik pengisian.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bandung Donna Sinatra memaparkan hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 400.625 kali transaksi pengisian daya dengan total energi tersalurkan mencapai 9.481.373 kWh.
"Tren ini tumbuh sebesar 298 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.
Sementara itu, Manajer Pelayanan Pelanggan PLN UID Jabar Retna Arliana mengungkapkan PLN selalu melakukan evaluasi berdasarkan pengalaman pelanggan.
Salah satu inovasi terbaru yang diluncurkan pada Desember 2025 adalah fitur Antrean SPKLU di aplikasi PLN Mobile.
"Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan nomor antrean digital dan memantau status stasiun pengisian apakah sedang digunakan atau tersedia melalui indikator warna," jelasnya.
Hangga menambahkan kunjungan kerjanya ini juga untuk mengetahui hambatan birokrasi yang ada, agar investor tidak beralih ke negara lain.
"Dengan dukungan infrastruktur yang andal dan insentif yang kompetitif, diharapkan masyarakat akan semakin terbiasa menggunakan kendaraan listrik dan transportasi umum bertenaga listrik guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia," sebutnya.
Baca juga: Kemenperin perkuat implementasi peta jalan dekarbonisasi industri
Baca juga: Pertamina optimalkan pemanfaatan gas suar untuk dekarbonisasi
Baca juga: PII soroti pentingnya dekarbonisasi dalam konstruksi modern
Baca juga: Tenaga Ahli Menteri ESDM tekankan pentingnya implementasi Keppres 1/2025





