MerahPutih.com - Sepak bola Indonesia dirundung duka. Legenda sekaligus asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, meninggal dunia di momen 100 tahun Stadion Gajayana.
Cak Kun, julukan Kuncoro bermain dalam laga amal 100 Tahun Stadion Gajayana di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (18/1) sore. Kuncoro diduga terkena serangan jantung.
Bermula ketika Kuncoro menyelesaikan pertandingan babak pertama bersama rekan-rekan sesama legenda Arema, seperti Siswantoro, Hermawan, dan Doni Suherman.
Saat itu dia berjalan ke luar lapangan untuk beristirahat di bangku cadangan pemain di Stadion Gajayana.
Kuncoro ambruk dan kemudian pingsan di bangku pemain cadangan.
Baca juga:
Persija dan Gustavo Franca Sepakat Akhiri Kerja Sama
perangkat pertandingan dan tim medis bergegas memberikan pertolongan pertama kepada Kuncoro, tapi kondisi sang legenda tak menunjukkan tanda-tanda membaik.
Kuncoro pun dibawa ke RSUD Saiful Anwar di Malang untuk mendapatkan perawat medis intensif. Takdir berkata lain, asisten pelatih Arema FC ini dinyatakan meninggal dunia.
A post shared by Arema FC (@aremafcofficial)
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengaku syok. Kepergian Kuncoro disebut membuat duka mendalam insan dunia sepakbola nasional.
"Kami semua sangat syok dan terpukul. Cak Kun (sapaan Kuncoro) memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana. Hari ini Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat di momen 100 tahun stadion ini," kata Yusrinal di Malang pada Minggu.
Yusrinal mengenang Kuncoro sebagai sosok yang berdedikasi tinggi kepada Arema, selain berpribadi hangat, humoris, tegas, dan setia kawan.
Manajemen Arema FC mengajak seluruh pihak mendoakan almarhum.
"Selamat jalan legenda, loyalitasmu abadi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata manajemen klub ini.
Kuncoro memang sangat erat dengan Arema. Perjalanan kariernya di sepak bola profesional dimulai bersama Singo Edan pada 1991 silam. Dia mempersembahkan Piala Galatama pada musim 1992/1993.
Kuncoro pun sempat membela klub besar lainnya. Pria yang wafat di usia 52 tahun itu juga pernah merasakan gelar Liga Indonesia 1999/2000 bersama PSM dan Liga Indonesia 2003 dengan Persik Kediri.
Setelah gantung sepatu, Kuncoro tak meninggalkan sepak bola. Dia mengabdi sebagai asisten pelatih Arema FC sejak 2012 lalu dan beberapa kali mendapat mandat sebagai karteker. (*)



