Sebuah sekolah menengah di Kota Foshan, Provinsi Guangdong, Tiongkok, mengalami wabah infeksi massal virus norovirus. Media resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT) melaporkan bahwa hingga 17 Januari pukul 08.00 pagi, jumlah orang yang terinfeksi mencapai 103 orang. Namun, sejumlah pihak yang mengetahui situasi sebenarnya mengungkapkan bahwa angka riil jauh lebih tinggi daripada data resmi.
EtIndonesia. Media resmi Partai Komunis Tiongkok seperti Xinhua News Agency dan CCTV News pada 17 Januari melaporkan bahwa SMA Huada Xinghui Foshan mengumumkan kepada publik bahwa dalam beberapa hari terakhir, sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan.
Setelah dilakukan pengambilan sampel dan investigasi oleh otoritas pengendalian penyakit, kasus tersebut sementara diidentifikasi sebagai infeksi virus norovirus.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa hingga 17 Januari pukul 08.00 pagi, jumlah kasus infeksi norovirus di sekolah tersebut mencapai 103 orang. Sebelumnya, media resmi melaporkan jumlah infeksi sebanyak 74 orang. Namun, data resmi ini diragukan dan dicurigai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
(Tangkapan layar dari internet)“Sejak 14 Januari sore, sampai malam hari, lebih dari setengah sekolah sudah ‘tumbang’. Saat itu sekolah tidak mengambil langkah pencegahan apa pun. Baru pada 15 Januari pagi dilakukan disinfeksi, tapi tidak banyak membantu. Baru pada tanggal 16 pukul 4 sore sekolah mengumumkan libur. Namun saat itu, rata-rata siswa kelas X dan XI yang masih masuk sekolah hanya sekitar 20 orang per angkatan,” ujar seorang warganet yang mengetahui situasi di lapangan mengungkapkan melalui platform Douyin (TikTok versi Tiongkok).
Warganet lain mengatakan, “Jumlahnya tidak sesedikit itu. Kemarin 16 Januari sebelum libur, siswa yang baru pulang dari sekolah mengatakan bahwa rata-rata per angkatan kelas X dan XI masih ada sekitar 20 orang. Padahal total satu angkatan sekitar 300 siswa.” Namun, pengunggah tersebut tidak menjelaskan berapa jumlah total kelas pada tingkat X dan XI di sekolah itu.
(Tangkapan layar dari internet)Media Shanghai Observer pada 15 Januari mengutip pernyataan orang tua siswa SMA Huada Xinghui yang mengatakan bahwa banyak siswa mengalami gejala muntah dan diare, sehingga secara bersamaan pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat.
Menurut informasi, SMA Huada Xinghui Foshan didirikan pada tahun 2019 melalui kerja sama antara Universitas Normal Tiongkok Tengah dan Foshan Xinghui Education Management Co., Ltd. Total investasi sekolah ini melebihi 600 juta yuan, dengan luas lahan sekitar 105 mu (sekitar 7 hektare).
Sejumlah warganet mencurigai bahwa wabah norovirus di sekolah tersebut berkaitan dengan kantin sekolah. Ada yang berkomentar, “Ini jelas kasus keracunan makanan, kantin sekolah 100% bermasalah,” dan “Masalah sebenarnya ada di kantin, mereka benar-benar menganggap rakyat bodoh.”
Virus norovirus, sebelumnya dikenal sebagai virus Norwalk, termasuk dalam keluarga Caliciviridae. Virus ini merupakan salah satu penyebab paling umum gastroenteritis akut, dengan gejala utama berupa muntah dan diare. Virus ini dapat terjadi sepanjang tahun, dengan puncak kasus pada musim gugur dan musim dingin. Hingga saat ini, belum ada obat khusus maupun vaksin untuk virus norovirus.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok pada November tahun lalu telah mengingatkan bahwa infeksi norovirus telah memasuki periode puncak.
Seorang warganet juga membagikan pengalamannya, “Saya juga mengalami kondisi seperti ini dua hari lalu. Diare sepanjang malam, keesokan harinya ke rumah sakit dan menghabiskan lebih dari 500 yuan. Di Rumah Sakit Rakyat, biaya EKG dan tes darah lebih dari 400 yuan, infus dan obat-obatan lebih dari 100 yuan. Tidak bisa diklaim ke asuransi kesehatan. Hidup orang biasa memang sulit.”
Wen Bin – NTDTV





