Pemerintah Mau Bentuk BUMN Tekstil, Ini Catatan yang Perlu Diperhatikan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah berencana membentuk BUMN baru khusus untuk sektor tekstil. Pengamat BUMN dari Transparency International Indonesia (TII), Danang Widoyoko, menilai yang lebih penting saat ini adalah pemberian insentif untuk industri tekstil.

“Jadi ini sangat berisiko. Kemudian yang kedua, untuk apa juga negara masuk mengurusi tekstil. Justru sebetulnya yang dibutuhkan adalah kebijakan untuk memberikan insentif atau insentif kepada industri tekstil yang sudah ada dan sekarat kemarin,” kata Danang kepada kumparan, Minggu (18/1).

Danang melihat permasalahan industri tekstil di Indonesia adalah banjir impor. Untuk itu, langkah yang harusnya dilakukan adalah menjaga volume impor agar tidak berlebih.

“Perdagangan lintas batas tidak dibenahi. Jadi problemnya ini kan impor jor-joran. Impor yang pada akhirnya mematikan industri kita. Dan selama itu tidak dibenahi, percuma duit ini (untuk BUMN tekstil),” ujar Danang.

Selaras, Pengamat BUMN sekaligus Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan juga mengatakan saat ini belum ada urgensi untuk membangun BUMN di sektor tekstil. Ia juga menyoroti keberadaan PT Industri Sandang Nusantara yang merupakan BUMN tekstil terdahulu, tetapi akhirnya kalah bersaing, rugi, dan bubar pada 2023.

“Menurut saya, rencana pemerintah membentuk BUMN di bidang pertekstilan tidak ada urgensinya. Apalagi kalau nanti masuk sampai ke hilir, misalnya ke barang jadi seperti pakaian. Yang ada bisa jadi tekanan baru untuk industri tekstil di dalam negeri,” kata Herry.

Meski begitu, jika memang keputusan BUMN baru di sektor tekstil itu udah bulat, Herry berpesan agar perusahaan tersebut harus fokus pada pemenuhan rantai pasok produksi dan cukup menjadi produsen bahan baku, jangan masuk ke produk akhir.

Hal ini karena aspek yang banyak diimpor oleh produsen tekstil dalam negeri adalah bahan baku. Dengan begitu, BUMN itu juga tak akan menjadi pesaing baru bagi industri tekstil yang sudah ada.

“BUMN yang baru jangan jadi pesaing industri tekstil yang sudah ada, yang saat ini justru sedang kesulitan karena berhadapan dengan produk impor maupun pakaian bekas,” ujar Herry.

Sebelumnya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia akan memiliki BUMN baru khusus untuk tekstil. Danantara menyiapkan pendanaan sebesar USD 6 miliar untuk perusahaan ini, setara Rp 101,2 triliun (dengan kurs Rp 16.868 per USD).

“Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali. Sehingga pendanaan USD 6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara,” kata Airlangga ditemui di Hotel Mulia, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1).

CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan seluruh investasi Danantara untuk berbagai sektor harus melalui kajian dan uji kelayakan (feasibility study) dengan berbagai parameter, termasuk dari sisi penciptaan lapangan pekerjaan, meski profitabilitasnya rendah.

"Kita terbuka untuk menerima misalnya investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi. Mungkin tekstil kan salah satu yang dari segi pencapaian kita lapangan pekerjaan itu sangat besar," jelas Rosan usai konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025, Kamis (15/1).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Soal Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR, Menko AHY Bilang Begini
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Arti dan Filosofi Arirang, Judul Album Terbaru BTS
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jangan Iri, Ini Daftar Negara Dengan Cuti Berbayar Terbanyak
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kakanwil Kemenag Sulsel Ingatkan Jamaah Umrah Tak Tergiur Harga Murah
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Beri Arahan Geostrategi ke Pimpinan TNI di Istana Merdeka, Ini Poin Utamanya
• 23 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.