Presiden Uganda Yoweri Museveni memenangkan masa jabatan ketujuhnya setelah pemilihan yang diwarnai kekerasan dan pemadaman internet. Pihak lawan menolak hasil Pemilu tersebut.
Dilansir AFP, Minggu (18/1/2026), para pengamat Afrika mengatakan penangkapan dan penculikan telah 'menanamkan rasa takut' jelang Pemilu Uganda. Komisi Pemilihan Umum menyebut Museveni (81) memenangkan 71,65 persen suara dalam pemilihan yang digelar Kamis (15/1).
Kemenangan itu diumumkan di tengah laporan setidaknya 10 kematian dan intimidasi terhadap oposisi dan masyarakat sipil. Kemenangannya memungkinkan mantan pejuang gerilya itu untuk memperpanjang kekuasaannya selama 40 tahun di negara Afrika timur tersebut.
Dia mengalahkan Bobi Wine (43) yang merupakan mantan penyanyi. Wine menyebut dirinya 'presiden ghetto' merujuk daerah kumuh Kampala tempat dia dibesarkan.
Dia telah menghadapi tekanan tanpa henti termasuk beberapa penangkapan sebelum pencalonan pertamanya untuk presiden pada tahun 2021. Wine, yang nama aslinya adalah Robert Kyagulanyi, meraih 24,72 persen suara.
Ia menyatakan 'penolakan totalnya terhadap hasil palsu' dan mengatakan dia bersembunyi setelah penggerebekan oleh pasukan keamanan di rumahnya.
"Saya tahu bahwa para penjahat ini mencari saya di mana-mana dan saya berusaha sebaik mungkin untuk tetap aman," tulisnya di X.
Polisi membantah penggerebekan dan mengatakan Wine masih berada di rumah, meskipun mereka mengatakan ada pengerahan pasukan di sekitar kediamannya.
(haf/imk)



