FAJAR, KEDIRI – Gebrakan besar dilakukan manajemen Persik Kediri menyongsong putaran kedua Super League 2025/2026.
Di bursa transfer, tim berjuluk Macan Putih ini resmi mengamankan tanda tangan Adrian Luna.
Dia adalah gelandang serang kelas dunia asal Uruguai yang memiliki nilai pasar fantastis mencapai Rp10,43 miliar.
Kehadiran Luna bukan sekadar menambah kuota pemain asing, melainkan membawa mentalitas juara dan pengalaman Eropa ke Stadion Brawijaya.
Jejak Karier Mentereng
Adrian Luna bukanlah sosok sembarangan di kancah sepak bola internasional.
Pemain berusia 33 tahun ini memiliki rekam jejak karier yang sangat mengesankan di berbagai benua.
Luna pernah merumput di kasta tertinggi Liga Spanyol (La Liga) bersama Espanyol.
Menariknya, di klub tersebut ia pernah bahu-membahu dalam satu tim dengan bintang Timnas Brasil, Philippe Coutinho.
Selain itu saat di Australia, ia sukses membawa Melbourne City FC merengkuh gelar juara liga pada musim 2020/2021.
Dia kemudian pindah ke India. Selama tiga musim terakhir, ia menjadi ruh permainan sekaligus kapten di Kerala Blasters FC.
Catatannya cukup impresif. Dia main 87 kali dengan torehan 15 gol dan 27 assist.
Misi Adrian Luna
Bergabung dengan Persik Kediri menjadi tantangan baru bagi Luna.
Ia mengaku antusias dengan kultur sepak bola Indonesia dan siap memberikan segalanya untuk membantu posisi tim di klasemen.
“Ini akan menjadi pengalaman berbeda bagi saya; negara baru dan budaya baru. Saya sangat senang bisa berada di sini bersama Persik,” ungkap Luna.
Ambisi pribadinya pun sangat jelas. Luna ingin berkontribusi nyata melalui aksi di lapangan.
“Saya ingin mendapatkan menit bermain sebanyak mungkin, mencetak gol, memberikan assist, dan membantu tim memenangkan setiap pertandingan,” tegasnya.
Luna menyadari bahwa regulasi kuota pemain asing di Super League sangat ketat. Hanya tujuh pemain asing yang bisa masuk dalam starting eleven.
Namun, ia memandang persaingan internal sebagai hal positif.
“Persaingan untuk tempat utama itu penting karena akan mendorong level setiap pemain meningkat. Yang terpenting, semua pemain memiliki fokus yang sama: membantu tim saat dibutuhkan,” ujar pemain yang mengawali karier di Defensor Sporting ini.
Adrian Luna menjadi kepingan puzzle terbaru dalam skema pelatih Marcos Reina.
Sebelumnya, Persik telah lebih dulu meresmikan Jon Toral (gelandang) dan Chechu Meneses (bek tengah).
Dengan masuknya Luna, lini tengah Macan Putih kini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling kreatif dan berbahaya di Super League. (*)




