Grid.ID- Perayaan Tahun Baru China atau Imlek 2026 kembali identik dengan kehadiran kue keranjang di meja keluarga Tionghoa. Kue manis bertekstur kenyal ini bukan sekadar hidangan pelengkap, tetapi sarat makna sejarah dan filosofi.
Setiap Imlek 2026, kue keranjang hampir selalu hadir dalam sembahyang maupun jamuan keluarga. Tradisi ini diwariskan turun-temurun dan terus dijaga hingga kini.
Di balik rasanya yang legit, tersimpan kisah panjang dari ribuan tahun lalu. Lantas, mengapa kue keranjang begitu penting saat Imlek?
Kue Keranjang, Sajian Khas Imlek Sejak Ribuan Tahun
Kue keranjang merupakan makanan khas Imlek 2026 yang terbuat dari campuran tepung beras ketan dan gula. Di Tiongkok, kue ini dikenal dengan nama Nian Gao, sementara dalam dialek Hokkian disebut Ti Kwe.
Teksturnya yang lengket dan rasanya yang manis membuat kue ini sering disamakan dengan dodol. Mengutip China Highlight, kue keranjang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, tepatnya ketika Tiongkok masih terpecah menjadi berbagai kerajaan.
Awalnya, Nian Gao digunakan sebagai persembahan dalam ritual adat. Seiring waktu, fungsinya bergeser menjadi hidangan khas festival musim semi, yang kini dikenal sebagai perayaan Tahun Baru China atau Imlek. Transformasi inilah yang membuat kue keranjang bertahan sebagai simbol penting dalam budaya Tionghoa.
Sejarah Kue Keranjang
Mengutip Kompas TV, Minggu (18/1/2026), sejarah kue keranjang berawal dari periode Musim Semi dan Gugur (722–481 SM), saat peperangan menyebabkan kelaparan meluas. Seorang raja membangun tembok kokoh untuk melindungi kerajaannya dan mengadakan pesta perayaan. Namun, Perdana Menteri Wu Zixu mengingatkan bahwa tembok juga bisa menjadi jebakan jika terjadi pengepungan.
Ia berpesan agar rakyat menggali bagian bawah tembok jika keadaan memburuk. Setelah Wu Zixu wafat, ramalannya terbukti. Saat perang berkecamuk dan makanan langka, para prajurit menemukan bahwa bagian bawah tembok terbuat dari batu bata berbahan tepung beras ketan.
Bahan inilah yang kemudian dikenal sebagai Nian Gao pertama dan menyelamatkan banyak nyawa. Sejak itu, setiap Imlek dan tahun-tahun sebelumnya, kue keranjang dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada Wu Zixu.
Selain kisah sejarah, kue keranjang juga lekat dengan legenda raksasa Nian. Dalam cerita rakyat Tiongkok, Nian adalah makhluk buas yang turun ke desa saat musim dingin untuk memangsa manusia. Seorang warga bernama Gao kemudian membuat kue dari tepung ketan dan gula, lalu meletakkannya di depan rumah sebagai persembahan.
Nian menyukai kue tersebut dan berhenti mengganggu warga. Sejak saat itu, masyarakat rutin membuat kue keranjang setiap musim dingin, termasuk saat Imlek, sebagai simbol perlindungan dan penghormatan kepada Gao. Nama Nian Gao sendiri dipercaya berasal dari kisah ini.
Makna Kue Keranjang dalam Perayaan Imlek 2026
Dalam tradisi Tionghoa, memakan kue keranjang saat Imlek 2026 diyakini membawa keberuntungan. Kue ini melambangkan peningkatan rezeki, jabatan, serta perkembangan anak-anak. Filosofi ini juga tercermin dari arti Ti Kwe, yakni kue manis bertingkat yang menandakan kemakmuran yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Bentuk kue keranjang yang bulat melambangkan keluarga yang utuh, rukun, dan bersatu. Rasanya yang manis menjadi simbol tutur kata dan perilaku yang baik dalam keluarga. Sementara teksturnya yang lengket mencerminkan harapan agar hubungan keluarga tetap erat dan tidak mudah terpisahkan sepanjang Imlek 2026 dan seterusnya.
Jika digunakan dalam sembahyang, kue keranjang memiliki makna sebagai pengingat dan penghormatan kepada leluhur. Pendiri Kue Keranjang Hoki, Kim Hin Djohari, menyebut kue keranjang sebagai simbol kekeluargaan dan persahabatan. Mengonsumsinya berarti mengamini nilai-nilai kebersamaan yang dijunjung tinggi dalam perayaan Imlek 2026.
Penyajian kue keranjang yang ditumpuk dari ukuran terbesar hingga terkecil juga mengandung filosofi. Mengutip Kompas.com, susunan tersebut melambangkan peningkatan kemakmuran hidup, baik dari segi pendapatan, posisi, maupun pertumbuhan anak-anak, dengan harapan tahun baru lebih baik dari sebelumnya.
Dengan sejarah panjang, legenda, dan makna mendalam, tak heran jika kue keranjang hadir dalam perayaan Imlek 2026. Lebih dari sekadar hidangan manis, kue keranjang menjadi simbol harapan, keberuntungan, dan keharmonisan keluarga di tahun yang baru. (*)
Artikel Asli



