Sekjen PBB Peringatkan Erosi Multilateralisme di Tengah Krisis Global

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

London: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegaskan perlunya sistem global yang kuat untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin saling terkait, seraya memperingatkan bahwa nilai-nilai multilateralisme kian tergerus.

Berbicara di Methodist Central Hall di London yang merupakan lokasi Sidang Umum PBB pertama pada 10 Januari 1946, Guterres mendorong para delegasi agar berani melakukan perubahan.

“Berani menemukan kembali keberanian mereka yang datang ke gedung ini 80 tahun lalu untuk membangun dunia yang lebih baik,” ujar Guterres dalam acara peringatan yang diselenggarakan United Nations Association-UK dan dihadiri lebih dari 1.000 delegasi dari berbagai negara.

Ia menekankan makna simbolis lokasi tersebut, mengingat Sidang Umum PBB pertama digelar di gedung yang sama hanya empat bulan setelah berakhirnya Perang Dunia II, sebagai pengingat kuat alasan dibentuknya PBB.

“Untuk mencapai gedung ini, para delegasi kala itu harus melewati kota yang terluka akibat perang. Saat bom-bom berjatuhan, warga sipil berlindung di ruang bawah tanah Methodist Central Hall, salah satu tempat perlindungan serangan udara terbesar di London,” katanya, dilansir dari Antara, Minggu, 18 Januari 2026.

Guterres mengakui bahwa kerja Sidang Umum PBB tidak selalu mudah atau berjalan mulus. Namun, menurutnya, lembaga tersebut merupakan cermin dunia, dengan seluruh perpecahan dan harapannya, serta panggung bagi kisah bersama umat manusia.

Menilik satu dekade terakhir, Guterres menyoroti konflik yang berlangsung brutal di Gaza, Ukraina, dan Sudan.

Ia juga menyinggung pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, serta pandemi Covid-19 yang menurutnya memperkuat nasionalisme, memperlambat pembangunan, dan menghambat aksi iklim global.

Guterres menilai tahun 2025 sebagai periode yang sangat menantang bagi kerja sama internasional dan nilai-nilai yang menjadi fondasi PBB.

Menurutnya, dunia membutuhkan sistem multilateralisme yang kuat, responsif, dan didukung sumber daya memadai untuk menghadapi tantangan global yang saling terhubung. Namun, ia memperingatkan bahwa nilai-nilai multilateralisme saat ini terus mengalami pengikisan.

“Seiring pergeseran pusat kekuatan global, kita dihadapkan pada pilihan: membangun masa depan yang lebih adil atau justru lebih tidak stabil,” ujarnya.

Guterres tiba di London pada Jumat dan bertemu Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris, untuk membahas agenda reformasi ambisius PBB. Keduanya sepakat bahwa reformasi tersebut penting agar PBB mampu menjawab tantangan modern di tengah situasi global yang semakin bergejolak.

Baca juga:  Indonesia Bertahan di Sistem Multilateral untuk Perluas Ruang Strategis Nasional


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Potret Banjir di Sejumlah Titik Jakarta, Tersendat-Motor Masuk Tol
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Ini Penjelasan Kementerian Pertahanan
• 51 menit lalueranasional.com
thumb
Pasangan Pengantin di Jakbar Nekat Terjang Banjir Demi Gelar Resepsi Pernikahan
• 51 menit laluviva.co.id
thumb
Prabowo hingga Jokowi Hadiri Pernikahan Sekpri Prabowo di TMII
• 14 jam laludetik.com
thumb
Richeese Factory Buka Lowongan Kerja 2026! Banyak Posisi, Mulai Crew hingga Manager
• 2 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.