FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Berpulang Kuncoro tentu jadi kabar duka yang begitu mendalam untuk publik sepakbola Indonesia.
Sosok yang akrab disapa Sam Kuncoro adalah salah satu pesepakbola terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia.
Dalam karier profesional sebagai pesepakbola, beberapa klub kasta tertinggi di Indonesia pernah ia bela.
Termasuk salah satu tim tertua dan penuh sejarah yakni PSM Makassar.
Memang sosok Sam Kuncoro terkenal dan selalu dikaitkan dengan tim Arema FC yang merupakan tim asal Kota kelahirannya.
Namun, ia juga pernah tercatat sebagai salah pemain di tim PSM Makassar pada tahun 1999-2000 kala itu.
Dilansir dari Wikipedia, Sam Kuncoro diketahui memperkuat PSM saat berlaga di Liga Indonesia.
Saat itu, PSM bersama pelatih Syamsuddin Umar dalam masa jayanya dengan keluar sebagai juara Liga Indonesia.
Bermain sebagai pemain yang bisa memainkan dua posisi sosok Kuncoro tentunya jadi andalan di setiap tim yang dibela.
Sam Kuncoro terkenal bisa memainkan dua posisi sekaligus yakni defender (bek) atau bermain sebagai gelandang.
Dari catatan data, Kuncoro tidak bermain lama bersama PSM Makassar kala itu.
Ia hanya memperkuat tim berjuluk Juku Eja itu selama semusim, kemudian di tahun 2001 silam ia memutuskan kembali memperkuat Arema FC.
Kronologi Meninggalnya
Berdasarkan kabar yang dihimpun Fajar.co.id, Sam Kuncoro dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, Jawa Timur.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, asisten pelatih Arema FC itu mengalami kejang dan pingsan usai bermain sepakbola di Stadiom Gajayana Malang.
Kuncoro meninggal dunia, usai menjalani pertandingan sepak bola trofeo All Stars menuju 100 tahun Stadion Gajayana yang digelar oleh Persema Reborn.
Laga eksebisi pemain veteran itu menghadirkan beberapa tim, di antaranya ialah Persema Malang Legends, Persib Bandung Legends dan SDF Indonesia Legends.
Sam Kuncoro sebenarnya masih sempat diberikan pertolongan pertama dengan melakukan kondisi darurat CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau dikenal juga dengan sebutan RJP (resusitasi jantung paru).
Dengan tujuan mengembalikan kemampuan bernapas dan sirkulasi darah dalam tubuh seseorang.
Usai mendapatkan tindakan darurat, tim medis membawanya ke RS Saiful Anwar namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia.
(Erfyansyah/fajar)




