Merawat Hewan Jadi Gaya Hidup: Budaya Baru Kaum Urban di Rumah Sakit Hewan

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pada hari libur di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, rumah sakit hewan tampak ramai oleh pemilik hewan peliharaan yang datang bukan karena keadaan darurat, melainkan untuk rutinitas perawatan.

Obrolan di ruang tunggu berkisar pada vaksinasi, makanan terbaik untuk pencernaan hewan, hingga dokter yang sabar dan telaten.

Layar digital menampilkan jadwal kontrol jantung hingga pembersihan gigi, menegaskan bahwa rumah sakit hewan kini menjadi bagian dari gaya hidup kaum urban, setara dengan klinik keluarga atau ruang kerja bersama.

Rumah Sakit Hewan sebagai Ruang Sosial dan Edukasi

Di Kemang, interaksi antarwarga mencerminkan transformasi budaya: bertukar rekomendasi dokter, membahas hasil USG hewan, dan melanjutkan diskusi ke media sosial atau grup percakapan.

Peresmian rumah sakit hewan bahkan menjadi ajang sosial yang dihadiri organisasi profesi, pelaku industri, dan publik figur.

CEO Modernvet, Dea Gendyna, menyatakan bahwa semakin banyak pemilik hewan yang menginginkan layanan berstandar tinggi, seperti medical check-up, sterilisasi, hingga dental scaling yang kini dijadwalkan secara rutin lewat aplikasi.

"Semakin banyak pemilik hewan yang menginginkan layanan kesehatan hewan berstandar tinggi," ungkapnya.

Rumah sakit hewan kini diperhitungkan dalam perencanaan hidup sehari-hari, setara dengan sekolah atau akses transportasi.

Di ruang ini, pemilik membawa harapan dan kekhawatiran, serta berdiskusi soal pola makan, perilaku, hingga desain rumah yang ramah hewan.

Layanan Medis dan Digital Kian Terintegrasi

Layanan veteriner berkembang pesat, dari vaksinasi, sterilisasi, hingga ketersediaan fasilitas modern seperti CT scan, USG, hingga endoskopi.

Ada pula rehabilitasi seperti treadmill bawah air, akupuntur, hingga klinik spesialis kardiologi dan endokrinologi.

Fokusnya tak hanya penyembuhan, tapi juga kualitas hidup hewan yang dilihat sebagai makhluk yang layak mendapat keseimbangan fisik, kenyamanan, dan keberlanjutan.

Ruang tunggu pun didesain nyaman: sirkulasi udara baik, aroma netral, dan staf komunikatif, membuat rumah sakit hewan terasa seperti ruang publik ramah komunitas.

Peran teknologi sangat menonjol: aplikasi digital membantu pemilik menjadwalkan konsultasi, menyimpan riwayat medis, hingga mengingatkan vaksinasi.

Data digital juga memungkinkan pemetaan kebutuhan layanan di setiap wilayah, dari jenis penyakit dominan hingga permintaan layanan tertentu.

Organisasi profesi seperti Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia menjaga standar etika dan kompetensi agar pertumbuhan layanan tetap sejalan dengan tanggung jawab medis.

Rumah sakit hewan kini bukan hanya tempat perawatan, tetapi juga ruang interaksi sosial, titik tumbuh kepedulian, dan bagian dari identitas gaya hidup sadar kaum urban.

Fenomena ini menegaskan: merawat hewan bukan hanya urusan pribadi, tetapi bentuk tanggung jawab sosial dalam hidup modern.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Bertemu Sufmi Dasco Sebelum Berangkat ke London, Bahas Ini
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Tim SAR Temukan 1 Korban Pesawat ATR 42-500 yang Tabrak Gunung di Pangkep
• 10 jam laludetik.com
thumb
Suporter Muak Setelah Liverpool Ditahan Burnley, Arne Slot Beri Pembelaan
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Konser Kla Project Dijamin Intim, Penonton Bisa Interaksi
• 20 jam lalugenpi.co
thumb
Doktif Siap Kawal Pemeriksaan Richard Lee, Sebut Mau Berdamai Asalkan Syarat Ini Terpenuhi
• 5 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.