REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Ketua DPR Amerika Serikat Mike Johnson mengatakan negosiasi merupakan cara paling efektif untuk menyelesaikan ketegangan terkait klaim Amerika Serikat atas Greenland. Johnson pun menegaskan tidak ada niat bermusuhan terhadap rakyat wilayah Arktik tersebut, di tengah ancaman Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif impor tinggi terhadap sejumlah negara Eropa.
Dalam wawancara dengan harian The Times, Johnson menyatakan Washington ingin mempertahankan hubungan persahabatan dengan Greenland. “Kami jelas tidak memiliki itikad buruk terhadap rakyat Greenland. Ini adalah persahabatan, dan saya berharap itu dapat terus berlanjut,” ujarnya, dikutip dari Sputnik-OANA, Ahad (18/1/2026).
Baca Juga
Ketegangan Diplomatik antara Amerika Serikat, Denmark, dan Rusia atas Greenland
Trump Ancam Negara tak Dukung AS Caplok Greenland Kena Tarif Tambahan
Presiden Macron Kirim Militer Respons Niatan Trump Caplok Greenland
Pernyataan itu muncul sehari setelah Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif 10 persen mulai Februari terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Seluruh negara itu merupakan mitra dekat Amerika Serikat, dengan ancaman kenaikan hingga 25 persen apabila Washington gagal mencapai kesepakatan pembelian Greenland.
Trump menyatakan tarif tersebut akan tetap berlaku sampai Amerika Serikat menandatangani kesepakatan terkait wilayah yang memiliki posisi strategis di kawasan Arktik itu.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Greenland merupakan wilayah otonom yang menjadi bagian dari Kerajaan Denmark, dengan kewenangan luas dalam pemerintahan domestik namun tetap berada di bawah kedaulatan Kopenhagen. Meski demikian, Trump berulang kali menyatakan keinginannya agar Greenland menjadi bagian dari Amerika Serikat, dengan alasan kepentingan keamanan nasional dan persaingan geopolitik di kawasan utara.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Denmark dan otoritas Greenland, yang secara terbuka memperingatkan Washington agar menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah mereka.