Liputan6.com, Jakarta - Universitas Pertanian Nanjing (Nanjing Agricultural University/NAU) di China memperkenalkan Sinong, sebuah model bahasa besar (large languange model/LLM) vertikal berbasis sumber terbuka (open source) yang difokuskan pada sektor pertanian.
Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dasar sekaligus penerapannya secara langsung untuk bidang pertanian di China.
Advertisement
Seperti dilaporkan oleh Science and Technologi Daily, kehadiran Sinong ini mencerminkan kemanjuan signifikan dalam pemanfaatn AI untuk mendukung transformasi pertanian modern di China.
Model itu dilatih menggunakan kumpulan data (dataset) pertanian yang luas dann terstruktur. dataset tersebut mencakup beragam bidang, mulai dari pertanian cerdas, holtikultura, sumber daya dan lingkungan, ekonomi dan manajemen pertanian, ilmu hewan, kedokteran hewan, pemuliaan tanaman, dan perlindungan tanaman.
Nama Sinong sendiri diambil dari sebutan pejabat kuno China yang bertanggungjawab atas urusan pertanian dan keuangan, mengintegrasikan konten hampir dari 9.000 buku, lebih dari 240.000 artikel akademik, sekitar 20.000 dokumen kebijakan dan standar, dan pengetahuan berbasis web yang ekstensif.


