Kupang, VIVA – Sebuah mobil ambulans yang membawa jenazah Noldi Faris Nompetus, warga Desa Fatunaus, Kabupaten Kupang, viral di media sosial setelah nekat menerobos banjir di Kali Noel Haufeton. Aksi dramatis tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar dua menit dan beredar luas di berbagai platform, Minggu (18/1/2026).
Dalam video itu terlihat sopir ambulans berupaya menyeberangi Kali Noel Haufeton yang tengah dilanda banjir dengan arus deras. Kondisi tersebut memaksa warga setempat untuk turun langsung ke sungai guna membantu proses penyeberangan.
- Frits/tvOne/Kupang
Warga Desa Fatunaus tampak membentuk barisan di dalam aliran kali sebagai penunjuk arah agar ambulans dapat melintas dengan aman menuju desa, untuk mengantarkan jenazah Noldi Faris Nompetus, yang diketahui menjabat sebagai Kepala Urusan Pemerintahan (Kaurpem) Desa Fatunaus.
Tidak hanya itu, sejumlah warga juga terlihat berlari di depan ambulans sambil menuntun arah perjalanan, agar kendaraan tidak terperosok ke bagian sungai yang lebih dalam dan berisiko terseret derasnya arus banjir.
Saat ambulans menerobos banjir, terdengar teriakan warga menggunakan bahasa Sawan dialek Amfoang,
“Mom Moi Fafong,” yang berarti lewat bagian atas.
Setelah berjuang melawan arus deras, mobil ambulans akhirnya berhasil mencapai tepi Kali Noel Haufeton dan melanjutkan perjalanan menuju Desa Fatunaus.
Kali Noel Haufeton merupakan satu-satunya akses jalur poros tengah menuju Desa Fatunaus. Di lokasi tersebut sebenarnya terdapat sebuah jembatan yang dibangun pada tahun 1990, namun kini kondisinya rusak dan tidak dapat difungsikan. Akibatnya, aktivitas masyarakat sehari-hari terpaksa dilakukan dengan menyeberangi sungai secara langsung, terutama saat musim hujan.
Warga berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalur tersebut. Pasalnya, jalan poros tengah Timau–Naikliu merupakan akses vital yang menghubungkan sedikitnya lima kecamatan di wilayah Kabupaten Kupang, sehingga kerusakan infrastruktur sangat berdampak pada mobilitas dan keselamatan masyarakat. (Laporan Frits, tvOne, Kupang)





