MAKASSAR, KOMPAS.TV - Danrem 141/Toddopuli Brigjen Andre Clift Rumbayan menyebut satu jenazah yang ditemukan dan belum bisa dievakuasi karena kendala cuaca dijaga oleh 10 personel tim gabungan.
Hal tersebut disampaikan oleh Brigjen Andre Clift Rumbayan dalam Breakingnews Kompas TV, Minggu (18/1/2026).
“Kondisi cuaca sangat tidak memungkinkan untuk menaikkan jenazah dari lereng, sementara ada 10 orang berada di sana,” ujar Andre.
Baca Juga: Basarnas Sebut Butuh 4 Jam Evakuasi Korban Tewas Pesawat ATR 42-500 jika Lewat Darat
Senada dengan Brigjen Andre, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan juga menuturkan korban Pesawat ATR42-500 yang ditemukan belum bisa dievakuasi karena lokasinya 200 meter di bawah tebing dan terkendala cuaca.
Evakuasi rencananya akan dilakukan Senin (19/1/2026) dengan dua opsi yaitu penarikan jika cuaca memungkinkan atau melalui jalur darat.
“Kalau kita melihat dari jarak, butuh sekitar 4 jam untuk melakukan evakuasi (lewat darat) ke tempat (pos) yang terdekat,” ucap Andi.
Pesawat ATR 42-500 yang terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, Sulawesi Selatan dilaporkan hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros, pada pukul 13.17 Wita Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga: Pangdam Hasanuddin Menduga Pesawat ATR 42-500 Rolling Usai Tabrak Puncak Gunung
Pesawat tersebut membawa 7 kru dan 3 penumpang termasuk pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- pesawat atr 42-500
- korban pesawat atr 42-500
- jenazah korban pesawat atr 42-500
- kecelakaan pesawat atr 42-500
- danrem 141 toddopuli
- brigjen andre clif rumbayan




