Terungkap! Bukan Kekalahan dari Barcelona Sebab Xabi Alonso DIpecat

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Kekalahan Real Madrid dari Barcelona di final Piala Super Spanyol sempat dianggap sebagai akhir perjalanan Xabi Alonso bersama Los Blancos. Tak lama setelah laga tersebut, Alonso resmi dipecat, keputusan yang mengejutkan banyak pihak.

Pasalnya, sebelum final itu, Real Madrid baru saja meraih kemenangan besar atas Atletico Madrid di semifinal. Hasil tersebut semula diyakini menjadi momen kebangkitan Alonso dan mengembalikan kepercayaan manajemen.

Baca Juga :
6 Klub yang Berpotensi Jadi Tujuan Xabi Alonso usai Pergi dari Real Madrid
Setelah Alonso Pergi, Suporter Real Madrid Bentangkan Banner Desak Florentino Perez Mundur

Namun laporan MARCA mengungkap fakta berbeda. Justru laga melawan Atletico Madrid itulah yang membuat Florentino Perez dan jajaran direksi mulai kehilangan keyakinan terhadap kemampuan Alonso.

Kemenangan derby tersebut ternyata sama sekali tidak dirayakan di internal klub. Presiden Real Madrid dan petinggi klub disebut sangat tidak puas dengan pendekatan taktik Alonso saat menghadapi Atletico.

Dalam laga itu, Real Madrid tampil terlalu defensif. Mereka memilih bertahan dalam dan mengandalkan momentum dari gol cepat Federico Valverde lewat tendangan bebas.

Statistik pun berbicara: penguasaan bola di bawah 50 persen, jumlah tembakan jauh lebih sedikit dibanding Atletico, serta hanya meraih satu sepak pojok sepanjang pertandingan.

Para petinggi klub menilai pendekatan tersebut sebagai cerminan keterbatasan Alonso dalam mengembangkan permainan.

Keputusan untuk meninggalkan skema serangan terorganisir dianggap mengecewakan dan tidak mencerminkan filosofi Real Madrid.

Tak hanya itu, Alonso juga menginstruksikan tim untuk bergantung pada umpan-umpan panjang Thibaut Courtois ke Jude Bellingham dan Gonzalo Garcia.

Kiper asal Belgia itu tercatat melepas lebih dari 40 long ball, namun hanya sedikit yang efektif menembus pertahanan Atletico Madrid.

Strategi tersebut justru membuat Atletico lebih leluasa menguasai permainan. Ditambah dengan pola bertahan terlalu dalam yang kembali terulang saat menghadapi Barcelona, kepercayaan manajemen terhadap Alonso pun kian menipis.

Akhirnya, rangkaian keputusan taktik tersebut diyakini menjadi faktor utama yang mengakhiri masa jabatan Xabi Alonso sebagai pelatih utama Real Madrid, meski statusnya sebagai legenda klub tak terbantahkan.

Baca Juga :
Link Live Streaming Liga Spanyol Real Madrid vs Levante Malam Ini, Mbappe Comeback Jadi Sorotan
Terkuak! 7 Pemain Real Madrid Jelek-jelekin Xabi Alonso di Depan Florentino Perez
MU Menggila! Julian Alvarez Jadi Target Utama, Siap Pecahkan Rekor Transfer Rp2,5 Triliun

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
kumparan Ulang Tahun ke-9, teman kumparan Kirim Harapan Terbaik
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kapan Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru di 2026? Simak Jadwalnya
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Minyak Dunia Naik Jelang Libur di Amerika Serikat (AS)
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menteri ATR Sebut Sertifikat Tanah Hilang Pascabencana Sumatera Tetap Diakui
• 5 jam laludetik.com
thumb
KPK OTT Wali Kota Madiun: 9 Orang Dibawa ke Jakarta
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.