VIVA – Kekalahan Real Madrid dari Barcelona di final Piala Super Spanyol sempat dianggap sebagai akhir perjalanan Xabi Alonso bersama Los Blancos. Tak lama setelah laga tersebut, Alonso resmi dipecat, keputusan yang mengejutkan banyak pihak.
Pasalnya, sebelum final itu, Real Madrid baru saja meraih kemenangan besar atas Atletico Madrid di semifinal. Hasil tersebut semula diyakini menjadi momen kebangkitan Alonso dan mengembalikan kepercayaan manajemen.
Namun laporan MARCA mengungkap fakta berbeda. Justru laga melawan Atletico Madrid itulah yang membuat Florentino Perez dan jajaran direksi mulai kehilangan keyakinan terhadap kemampuan Alonso.
Kemenangan derby tersebut ternyata sama sekali tidak dirayakan di internal klub. Presiden Real Madrid dan petinggi klub disebut sangat tidak puas dengan pendekatan taktik Alonso saat menghadapi Atletico.
Dalam laga itu, Real Madrid tampil terlalu defensif. Mereka memilih bertahan dalam dan mengandalkan momentum dari gol cepat Federico Valverde lewat tendangan bebas.
Statistik pun berbicara: penguasaan bola di bawah 50 persen, jumlah tembakan jauh lebih sedikit dibanding Atletico, serta hanya meraih satu sepak pojok sepanjang pertandingan.
Para petinggi klub menilai pendekatan tersebut sebagai cerminan keterbatasan Alonso dalam mengembangkan permainan.
Keputusan untuk meninggalkan skema serangan terorganisir dianggap mengecewakan dan tidak mencerminkan filosofi Real Madrid.
Tak hanya itu, Alonso juga menginstruksikan tim untuk bergantung pada umpan-umpan panjang Thibaut Courtois ke Jude Bellingham dan Gonzalo Garcia.
Kiper asal Belgia itu tercatat melepas lebih dari 40 long ball, namun hanya sedikit yang efektif menembus pertahanan Atletico Madrid.
Strategi tersebut justru membuat Atletico lebih leluasa menguasai permainan. Ditambah dengan pola bertahan terlalu dalam yang kembali terulang saat menghadapi Barcelona, kepercayaan manajemen terhadap Alonso pun kian menipis.
Akhirnya, rangkaian keputusan taktik tersebut diyakini menjadi faktor utama yang mengakhiri masa jabatan Xabi Alonso sebagai pelatih utama Real Madrid, meski statusnya sebagai legenda klub tak terbantahkan.





