GenPI.co - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat mengambil sampel DNA keluarga pramugari yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Pesawat ATR 42-500 miliki Indonesia Air Transport (IAT), diketahui kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan korban atas nama Esther Aprilita S.
Esther Aprilita S merupakan salah satu awak kabin yang ikut penerbangan itu. tim DWI Polda Jawa Barat, telah ke kediaman keluar korban.
“Petugas mengambil data ante mortem dan DNA pembanding dari pihak keluarga,” katanya dikutip dari Antara, Senin (19/1).
Pengambil sampel pihak keluarga korban tersebut, dilakukan di kediaman yang berada di Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Hendra menyampaikan langkah tersebut, merupakan bagian penting dalam proses identifikasi korban secara ilmiah.
Sebelumnya, pesawat ATR hilang kontak saat penerbangan dengan rute Yogyakarta ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1).
Pesawat hilang kontak pukul 13.17 WITA. Dalam perkembangannya, tim SAR gabungan menemukan serpihak pesawat di lereng Gunung Bulusaraung.
SAR juga menemukan satu jasad korban kecelakaan di kedalaman juran 200 meter pada Minggu (18/1) siang.
Sementara itu, identitasnya jasad yang ditemukan tersebut, belum diketahui. Tetapi, jenis kelaminnya dipastikan laki-laki. (ant)
Jangan lewatkan video populer ini:


