FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, melepas tim gabungan yang bakal mengevakuasi satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di lereng gunung Bulusaraung, Pangkep, Senin (19/1/2026).
Bersama dengan Asrem Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, Andi Sultan memberikan pembekalan terlebih dahulu kepada tim yang dipimpin warga bernama Arman (38).
Pembekalan itu diberikan Andi Sultan dalam apel pagi sekaligus pengecekan jumlah personel gabungan sekitar pukul 07.30 Wita.
Dikatakan Andi Sultan, sesuai hasil rapat pada Minggu (18/1/206) malam, kali ini pihaknya akan menempuh jalur darat dalam melakukan evakuasi.
Fokusnya, jasad korban yang ditemukan Arman bersama dua rekannya pada Minggu kemarin.
“Jalur ini (sesuai) petunjuk dari masyarakat. Yang bisa mengakses tempat ditemukannya korban kemarin,” ujar Andi Sultan kepada awak media di posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci.
Lanjut dia, 34 personel gabungan yang diberangkatkan (mengalami tambahan empat orang), akan kembali mencoba mengangkat korban.
“Jadi kita mengambil opsi melakukan evakuasi melalui jalur masyarakat, jalur darat. Ada 34 orang yang berangkatkan,” Andi Sultan menuturkan.
“Selain melakukan pencarian (korban lain), juga melakukan evakuasi,” tambahnya.
Andi Sultan bilang, hingga saat ini karena kondisi cuaca masih ekstrem, baru satu korban yang berhasil ditemukan.
(Kondisi medan) Ini memang jarang dilalui masyarakat dan tidak ada perkebunan di situ. Maka dari itu jalur yang kita ambil ini memang cukup ekstrem untuk melakukan evakuasi,” kuncinya.
Sebelumnya, Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, mengatakan bahwa keputusan Arman sebagai pemimpin regu ditentukan dalam rapat evaluasi bersama Tim SAR Gabungan.
“Kemudian tim pak Arman ini kan, kenapa beliau dipilih memimpin evakuasi? Karena beliau itu kan orang yang menguasai medan,” ujar Andre kepada awak media di posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Minggu malam.
Selain sosok yang menguasai medan, Andre menuturkan bahwa Arman juga mengetahui jalur yang lebih mudah untuk mengakses titik ditemukannya korban.
“Sehingga diharapkan beliau itu punya jalan yang tidak ektrem, atau yang memudahkan tim,” ucapnya.
Dikatakan Andre, dalam proses evakuasi nantinya Arman memimpin sedikitnya 30 personel gabungan.
“Ada 30 kalau tidak salah. Itu bisa bertambah dan berkurang, tergantung situasi,” terangnya.
Rencananya, setelah apel pagi pada pukul 07.00 Wita, tim gabungan sudah mulai bergerak ke lereng gunung sembari mencari keberadaan korban lain.
“Kita berharap besok pukul 07.00 Wita sudah bergerak. Tergantung juga cuaca yah,” tandasnya.
(Muhsin/fajar)



