Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Bekasi
Pelatihan ATENSI di STPL Bekasi mengantarkan Andry Prayogo, penyandang disabilitas netra, bekerja sebagai terapis pijat dengan penghasilan tetap
Kementerian Sosial (Kemensos) membuka akses keterampilan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui program pelatihan vokasional di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat. Program ini terbukti mampu mendorong kemandirian dan pemberdayaan ekonomi penerima manfaat.
Salah satu peserta yang merasakan langsung manfaat program tersebut adalah Andry Prayogo (35), penyandang disabilitas netra. Berkat pelatihan vokasional ATENSI di STPL Bekasi, Andry kini bekerja sebagai terapis pijat kesehatan di Kokuo Family Massage and Reflexology sejak 2023.
“Perasaan saya diterima bekerja di Kokuo sangat bangga. Saya bisa mendapatkan pendapatan tetap kurang lebih Rp4 juta per bulan,” ujar Andry dilansir dari laman resmi Kemensos, Senin, 19 Januari 2026.
Lolos Seleksi Ketat hingga Resmi Bekerja
Perjalanan karier Andry dimulai pada Juli 2023 melalui proses rekrutmen yang ketat. Dari sekitar 50 peserta pelatihan, hanya 11 orang yang dinyatakan lolos, termasuk Andry.
Peserta terpilih mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari materi profesional, uang transportasi, hingga fasilitas makan. Mereka kemudian menjalani masa praktik langsung di unit Huangje dengan menangani pelanggan secara langsung.
Setelah melalui proses evaluasi, pada 11 Oktober 2023 Andry dinyatakan layak dan resmi bergabung sebagai terapis pijat kesehatan di Kokuo.
“Terima kasih Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Kementerian Sosial, dan Kokuo yang telah menerima kami,” kata Andry.
Komitmen Dunia Usaha Berdayakan Disabilitas
Perwakilan Kokuo Family Massage and Reflexology, Danny Boy Mahulete atau Debo, mengatakan keterlibatan Kokuo dalam pemberdayaan penyandang disabilitas berawal dari kepedulian pendiri perusahaan.
“Bantuan tidak cukup hanya berupa donasi uang. Yang lebih penting adalah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Kami ingin memberikan kail, bukan hanya ikan,” ujar Debo.
Menurutnya, Kokuo tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan teknis pijat, tetapi juga pelatihan lanjutan seperti public speaking, penguatan kemandirian, pembentukan karakter, serta pengelolaan emosi.
Bukti Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Kokuo berharap para binaan Kementerian Sosial dapat terus berkembang, baik bekerja bersama Kokuo maupun di dunia kerja lainnya.
Kisah Andry Prayogo menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, melalui pelatihan vokasional dan pembukaan akses kerja, mampu mendorong penyandang disabilitas menjadi mandiri, berdaya, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2022%2F05%2F31%2Fbd8e6ff3-cb03-4699-a7d4-0c40df6795d6.jpg)
