Kudus: Sebanyak 75 sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terendam banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Sekolah-sekolah terdampak banjir tersebut berada di sembilan kecamatan di antaranya Kecamatan Bae, Gebog, Dawe, Jati, Kota, Mejobo, Jekulo, Undaan, dan Kaliwungu.
"Ada 65 Sekolah Dasar (SD) yang terdampak. Kemudian lima PAUD dan lima Sekolah Menengah Pertama (SMP)," kata Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kudus Anggun Nugroho, Minggu, 18 Januari 2026.
Banjir menyebabkan akses menuju sekolah terendam, halaman sekolah tergenang, hingga air masuk ke ruang kelas. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan normal.
Baca Juga :
"Seperti di SD 2 Hadipolo terdampak banjir pada akses jalan dan halaman sekolah," ujar Anggun.
Selain itu, ada pula SD 2 Sidomulyo yang ruang kelasnya tergenang air sehingga tidak dapat digunakan. Kemudian, TK Sukun 2 yang atap sekolah bagian depan runtuh karena terjangan angin akibat cuaca ekstrem.
"Beberapa sekolah yang tergenang memilih untuk pembelajaran daring," ungkap Anggun.
Banjir di salah satu desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Saat banjir terjadi, beberapa ruangan di SD 1 Gamong ikut terendam. Bahkan, genangan air juga masuk hingga ke area perpustakaan sekolah.
"Akses jalan ke SD 1 Gamong terendam banjir. Halaman dan ruangan kelas 1-6, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang UKS, ruang perpustakaan, musala dan kamar mandi terendam semua," jelas Anggun.
Anggun telah menginstruksikan para guru dan tenaga pendidik untuk mengamankan berbagai barang milik sekolah agar tidak ikut terendam banjir. Meski air sudah surut, sejumlah lingkungan sekolah masih berlumpur sehingga memerlukan pembersihan pasca-banjir.


