SLEMAN, KOMPAS.TV - Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, buka-bukaan mengungkap kunci keberhasilan timnya mencuri poin di kandang PSS Sleman dalam lanjutan pekan ke-16 Pegadaian Championship, Minggu (18/1/2026) sore.
Strategi mengeksploitasi agresivitas lini belakang lawan menjadi kartu as Laskar Joko Tingkir untuk memaksakan hasil imbang 1-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Bima Sakti mengaku telah mengendus celah di pertahanan tuan rumah saat PSS tampil menekan untuk menambah keunggulan.
Menurutnya, ambisi skuad Super Elang Jawa yang terus menggempur pertahanan Persela justru meninggalkan lubang besar di sektor sayap.
Baca Juga: Kembali ke Stadion Maguwoharjo, Bima Sakti Siap Halangi PSS Sleman Jadi Pemuncak Klasemen
"Kita melihat PSS Sleman tidak puas dengan satu gol sehingga mereka sering naik, terutama fullback kanan dan kiri. Di situ terjadi ruang kosong," ujar Bima Sakti seusai laga.
Menyadari situasi tersebut, Bima melakukan perombakan taktik di babak kedua dengan memasukkan tenaga baru di sektor sayap.
Ia memasukkan Gerryan Arya dan Muhammad Sadewa untuk mengisi area lowong yang ditinggalkan para pemain bertahan PSS.
Taktik ini terbukti ampuh. Persela yang tertinggal sejak menit ke-38 melalui gol Gustavo Tocantins, akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-85 melalui Agung Titan.
Bima Sakti pun mengapresiasi kedisplinan para pemainnya yang mampu menerjemahkan instruksi taktikal dengan tepat, termasuk saat ia menarik mundur tim untuk fokus bertahan di menit-menit akhir pertandingan demi mengamankan skor.
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- Bima Sakti
- Persela Lamongan
- PSS Sleman
- Pegadaian Championship
- Hasil Pertandingan
- Taktik Sepak Bola




