JAKARTA, DISWAY.ID - PT Environmental Intelligence Indonesia (EII/Tomorrow Indonesia) memperkokoh peran strategisnya sebagai mitra Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam memperkuat prakiraan cuaca jangka pendek (nowcasting) sekaligus kemampuan layanan cuaca nasional.
Hal ini dibuktikan melalui hasil studi kelayakan (FS) bahwa modernisasi layanan meteorologi melalui pemodelan kecerdasan buatan (AI) dukungan Tomorrow Indonesia mampu meningkatkan akurasi prakiraan cuaca hujan hingga tiga jam ke depan secara signifikan.
Presiden Direktur PT EII Muhamad Fitriansyah menerangkan bahwa sistem Unified Precipitation (UP) yang dikembangkan Tomorrow Indonesia mengintegrasikan data jaringan radar BMKG dengan satelit cuaca global dalam menghasilkan resolusi spasial yang sangat tinggi hingga 0,5 kilometer.
Berdasarkan hasil validasi teknis di wilayah percontohan DKI Jakarta dan Jawa Barat, sistem ini menghasilkan data dengan resolusi yang lebih tinggi serta pembaruan yang lebih cepat, sehingga memperkuat respons terhadap potensi cuaca ekstrem.
"Sistem ini mampu meningkatkan performa prediksi presipitasi atau curah hujan dibanding model prediksi cuaca numerik (NWP) standar untuk periode tiga jam ke depan," kata Fitriansyah di Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.
BACA JUGA:BMKG Catat Wilayah Potensi Cuaca Ekstrem Hari ini 19 Januari 2026, Jakarta Waspada!
Dalam pengembangannya, fokus utama Tomorrow Indonesia sendiri adalah meningkatkan kinerja prakiraan curah hujan jangka pendek.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan peringatan dini, khususnya di daerah dengan pola cuaca kompleks, seperti perkotaan padat dan lokasi risiko tinggi hidrometeorologi.
Lebih lanjut, penguatan alur kerja juga dilakukan agar hasil prakiraan cuaca dapat disampaikan lebih cepat, tepat, dan relevan dengan kebutuhan publik maupun multisektor yang terdampak.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menuturkan bahwa kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan nasional terhadap cuaca ekstrem sekaligus mendukung efisiensi operasional berbagai sektor industri strategis melalui layanan prakiraan cuaca yang lebih akurat.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan dijalankan secara non-komersial dengan tetap berlandaskan tata kelola yang jelas serta prinsip transparansi.
BACA JUGA:Peringatan Dini BMKG Cuaca Ekstrem 18-19 Januari 2026, Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang! Warga Diimbau Waspada
Di mana, BMKG tetap memegang peran sebagai otoritas nasional dalam pengelolaan data, validasi ilmiah, serta penyampaian informasi resmi kepada publik.
Sementara itu, Tomorrow Indonesia berfungsi sebagai mitra teknologi dan pendukung teknis yang menghadirkan inovasi pemodelan, integrasi data, serta pengembangan platform layanan cuaca, tanpa menjalankan peran regulasi maupun kewenangan publik apa pun.
"Penguatan ini bukan hanya memberi manfaat jangka pendek, tetapi turut membangun ketahanan iklim yang menyelamatkan nyawa dan mengoptimalkan efisiensi ekonomi. Terutama bagi sektor seperti manajemen bencana, pertanian, penerbangan, maritim, dan energi yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan iklim,” jelas Guswanto.
- 1
- 2
- »



:strip_icc()/kly-media-production/medias/1243179/original/039896200_1464072206-20160524-Sudirman-Said-datangi-kpk-Helmi-3.jpg)