JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan wisata Kota Tua, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, pada akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Susilo Dewanto, mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mendukung pelaksanaan sejumlah kegiatan dalam rangka program “Jakarta Kota Sinema” sekaligus menyambut perayaan Imlek di kawasan Kota Tua.
“Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk pelaksanaan sejumlah kegiatan dalam rangka mendukung 'Jakarta Kota Sinema' sekaligus menyambut Imlek di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat,” ujar Susilo di Jakarta, Sabtu (17/1/2025) dikutip dari Antara.
Rekayasa lalu lintas tersebut akan diberlakukan di sejumlah ruas jalan, yakni Jalan Teh, Jalan Cengkeh, dan Jalan Kunir 2 Dalam.
Baca juga: Catat! Ada Rekayasa Lalu Lintas di TB Simatupang Fatmawati 16 Januari-16 April 2026
Selain itu, terdapat dua arena atau venue yang digunakan untuk kegiatan, yaitu Gedung Jasindo dan Gedung Cipta Niaga.
Dishub akan melakukan penutupan Jalan Teh pada 30–31 Januari 2026.
Selanjutnya, penutupan Jalan Cengkeh akan diberlakukan pada 3–7 Februari 2026, termasuk penutupan lokasi sementara pedagang (loksem) pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026.
Sementara itu, Jalan Kunir 2 Dalam dijadwalkan ditutup pada 26 Februari 2026.
Untuk mendukung kelancaran rekayasa lalu lintas selama kegiatan berlangsung, Dishub Jakarta Barat akan mengerahkan sebanyak 110 personel.
Baca juga: Menjelang Imlek dan Jakarta Kota Sinema, Dishub Terapkan Rekayasa Lalin di Kota Tua
Petugas akan ditempatkan di tiga ruas jalan terdampak serta di sekitar lokasi kegiatan.
“Kami kerahkan 110 petugas yang terbagi dalam 3 sif termasuk penempatan petugas pada Gedung Jasindo dan Cipta Niaga,” kata Susilo.
Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan dan pengunjung kawasan Kota Tua, agar memperhatikan pengaturan lalu lintas yang berlaku serta menyesuaikan rute perjalanan selama periode rekayasa berlangsung.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang