JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Pertahanan (Kemhan) melantik Sabrang Mowo Damar Panuluh atau lebih dikenal dengan Noe vokalis Letto sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Selain Noe, Frank Alexander Hutapea yang merupakan anak dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea juga turut dilantik.
Pelantikan ini dikonfirmasi oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.
BACA JUGA:RESMI! Partai Gerakan Rakyat Pede Usung Anies Baswedan Jadi Capres Pemilu 2029
BACA JUGA:Partai Gerakan Rakyat Resmi Berubah Jadi Parpol, Diketuai Sahrin Hamid Eks Kader PAN
"Benar, Sabrang Mowo Damar Panuluh merupakan salah satu dari 12 Tenaga Ahli yang dilantik dan menjabat sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional," ujar Brigjen Rico kepada awak media, Minggu, 18 Januari 2026.
Rico menjelaskan usai dilantik, mereka bertugas memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahliannya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional.
Rico menegaskan pelantikan itu dilakukan bukan berdasarkan latar belakang keluarga. Melainkan karena murni atas dasar kebutuhan organisasi dan profesionalisme.
"Pertimbangan meliputi kompetensi dan rekam jejak keahlian, tanpa dikaitkan dengan latar belakang keluarga, pandangan pribadi, maupun faktor non-institusional," katanya.
Sebagai informasi, pelantikan 12 tenaga ahli DPN itu diunggah dalam akun Instagram Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
BACA JUGA:Komisi V DPR Minta Kemenhub Segera Audit Kelaikudaraan Pesawat Usai ATR 42-500 Jatuh
BACA JUGA:Sehari Usai Hilang Kontak, AHY Ungkap 2 Dugaan Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR
Dalam unggahan Instagram, Sjafrie menyampaikan bahwa pelantikan ke-12 tenaga ahli DPN ini merupakan langkah untuk memperkuat fondasi kebijakan negara yang adaptif, berbasis analisis mendalam dan berorientasi jangka panjang.
"Dengan integritas, keahlian, dan perspektif kebangsaan yang kuat, para tenaga ahli diharapkan menjadi intellectual backbone dalam merumuskan arah pertahanan nasional yang kokoh, mandiri, dan relevan dengan dinamika lingkungan strategis global,” tulis Sjafrie.




