jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Inggris dan Swiss pada Minggu (18/1) kemarin, untuk menghadiri sejumlah pertemuan strategis.
Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya penguatan diplomasi Indonesia di tingkat global, dalam kerja sama bilateral maupun forum ekonomi dunia.
BACA JUGA: Sebelum Bertolak ke Inggris Prabowo Sempat Terima Laporan Dasco
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa Presiden Prabowo bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.
“Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Inggris dan Swiss untuk menghadiri beberapa pertemuan,” ungkap Teddy dalam keterangan resmi.
BACA JUGA: Momen Prabowo Menyeka Air Mata di Pernikahan Agung-Aulia
Sebelum lepas landas menuju London, Prabowo terlebih dahulu menggelar pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad.
“Presiden Prabowo sempat mengadakan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad terkait laporan perkembangan informasi terkini untuk selanjutnya terbang menuju London,” jelasnya.
BACA JUGA: Agung Menikahi Aulia, Prabowo dan Jokowi Bilang Itu Sah
Teddy juga menjelaskan bahwa di London, Inggris, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris.
Selain itu, Prabowo juga bakal mengadakan pertemuan dengan Raja Charles III.
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan isu pelestarian alam dan lingkungan hidup.
“Selanjutnya, Presiden Prabowo akan mengadakan pertemuan dengan Raja Charles III, dengan salah satu agenda pembahasan terkait pelestarian alam dan lingkungan, serta konservasi gajah, bersama dengan sejumlah tokoh filantropi dunia lainnya,” jelasnya.
Seusai rangkaian agenda di Inggris, Prabowo akan melanjutkan kunjungan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF).
Dalam forum tersebut, Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato kunci di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global.
“Presiden Prabowo juga akan melakukan dialog strategis dengan para CEO dari perusahaan terkemuka mancanegara,” tutup Teddy. (mcr4/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

.jpg)

