Kulit Gatal dan Berjerawat Usai Pakai Skincare? Ini Perbedaan Alergi dan Iritasi

tabloidbintang.com
6 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Reaksi pada kulit setelah mencoba produk kecantikan baru sering kali membuat bingung. Gatal, kemerahan, jerawat, hingga beruntusan kerap dianggap wajar, padahal bisa menjadi tanda adanya masalah pada kulit. Dermatolog dr. Astri Adelia, SpDV mengingatkan bahwa kondisi tersebut perlu diperhatikan dengan cermat agar tidak berujung pada gangguan kulit yang lebih serius.

Menurut dr. Astri, reaksi yang muncul setelah pemakaian awal produk perawatan kulit masih bisa ditoleransi dalam batas tertentu. “Ketika kita menggunakan sebuah produk perawatan kulit untuk kali pertama lalu muncul reaksi seperti gatal, kemerahan, panas, atau beruntusan, lanjutkan saja tidak apa-apa. Jika setelah beberapa kali pemakaian, reaksi gatal atau jerawatnya semakin parah, segera hentikan pemakaian. Bisa jadi itu reaksi alergi atau iritasi yang dipicu oleh kandungan zat dalam produk itu,” beri tahu Astri kepada Bintang di Jakarta, minggu lalu.

Ia menegaskan bahwa alergi dan iritasi merupakan dua kondisi yang berbeda, meski gejalanya kerap mirip. Iritasi biasanya terjadi karena kandungan zat tertentu dalam produk memiliki konsentrasi yang tidak sesuai dengan karakter kulit seseorang. “Kalau suatu saat Anda memakai produk serupa dengan konsentrasi zat yang lebih rendah, mungkin tidak akan menimbulkan reaksi negatif. Kalau alergi, konsentrasi zat sebesar atau sekecil apapun pasti menimbulkan manifestasi seperti merah atau gatal,” urainya.

Lalu, bagaimana cara membedakan antara alergi dan iritasi akibat produk kecantikan? dr. Astri menjelaskan, salah satu tanda paling mudah dikenali adalah durasi keluhan setelah pemakaian dihentikan. Jika seseorang sudah berhenti menggunakan produk namun jerawat, kemerahan, dan rasa gatal masih bertahan lebih dari satu minggu, besar kemungkinan itu merupakan reaksi alergi. “Namun jika sensasi panas, jerawat, dan gatal-gatal itu mereda setelah Anda menghentikan pemakaian produk kecantikan, maka itu pertanda Anda mengalami iritasi,” beber Astrid.

Oleh karena itu, dr. Astri menyarankan agar masyarakat lebih peka terhadap respons kulitnya sendiri. Menghentikan penggunaan produk saat muncul reaksi yang memburuk dan berkonsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus menghindari risiko yang tidak diinginkan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Terdampak Banjir, KAI Batalkan 82 Perjalanan Kereta Penumpang
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Kalah dari Spanyol, WNI di Jepang Terus Berikan Dukungan
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Bertolak ke Inggris dan Swiss, Ini Agendanya
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Polisi Sita 24 Ribu Butir Obat Keras di Mungka, Pemuda 22 Tahun Ditangkap
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Gerindra Jamin Kualitas Demokrasi Bali Tetap Terjaga, Jika Pilkada via DPRD Diterapkan
• 9 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.