Bisnis.com, JAKARTA - Sektor industri kecerdasan buatan (AI) China kembali menarik perhatian global dengan rekor investasi di sektor teknologi negara tersebut. Pasalnya, pendiri perusahaan AI MiniMax Group, Yan Junjie berhasil meraup keuntungan dua digit dalam penawaran saham perdananya pada Jumat, 9 Januari lalu.
Ketua dan CEO MiniMax berusia 36 tahun tersebut kini memiliki harta kekayaan mencapai US$3,2 miliar, menurut perkiraan Forbes, karena pengembang model AI-nya melonjak lebih dari 100% pada debutnya di pasar Hong Kong pada hari Jumat.
Melansir dari majalah Forbes, perusahaan AI milik Yan Junjie, MiniMax yang berbasis di Shanghai, berhasil meraup keuntungan sebesar 4,8 miliar dolar Hong Kong (US$618 juta) dalam penawaran umum perdana mereka (IPO).
MiniMax berhasil menjual 2,92 juta lembar saham seharga 165 dolar Hong Kong per saham, di mana harga tersebut merupakan batas atas kisaran harga yang telah diindikasikan dalam pengajuan ke bursa saham.
Hebatnya, dalam IPO MiniMax berhasil menjadi yang paling menarik investor dibandingkan dengan pesaing mereka, yakni Zhipu, yang mengakhiri hari pertama perdagangannya dengan kenaikan kecil 13,25%, bahkan sempat turun di bawah harga IPO-nya.
Perusahaan AI milik Yan Junjie tersebut kini tercatat sebagai perusahaan paling berkembang dalam kurun waktu sembilan bulan di tahun lalu.
Baca Juga
- Tokoh Bisnis Nanang Suherman, Modal Rp500.000 Bawa Ayam Goreng Nelongso IPO
- Tokoh Bisnis di Balik MG Cars, yang Bakal Luncurkan Pabrik Mobil Listrik di Indonesia
- 20 Tokoh Bisnis Dunia yang Sukses Meski Tanpa Gelar Akademis
Penjualan melonjak hampir tiga kali lipat mencapai angka 53,4 juta USD, menurut prospektus. Namun, MiniMax sempat mengalami pembengkakan kerugian yang mencapai 70% dibandingkan pada tahun 2024 menjadi US$512 juta karena keperluan riset yang besar.
Melansir dari Securities Times (media pemerintah Tiongkok), salah satu klien dari perusahaan AI MiniMax adalah pengembang game raksasa Tiongkok, miHoYo, yang merupakan pengembang salah satu game mobile terlaris saat ini, Genshin Impact.
Perusahaan miHoYo saat ini merupakan salah satu investor dalam pengembangan produk AI dari perusahaan MiniMax. Di mana, salah satu pendiri miHoYo, Cai Haoyu merupakan rekanan dari direktur non-eksekutif perusahaan MiniMax, Liu Wei.
Profil Singkat Pendiri MiniMax, Yan JunjieYan Junjie lahir di Beijing, China pada tahun 1990 dan menempuh pendidikan tinggi Sarjana Seni/Sains di Southeast University, serta program doktor di Institut Sains China.
Saat ini, Yan Junjie merupakan ketua sekaligus pendiri dari perusahaan model AI Tiongkok, MiniMax Group, dengan valuasi perusahaan saat ini mencapai 4,8 miliar dolar HK.
Perusahaan yang dipimpin Yan menjual produk-produk teknologi berbasis AI seperti penghasil audio dan video untuk perusahaan maupun pengembang individu.
Yan Junjie membawa perusahaannya ke bursa saham Hong Kong mulai Januari 2026, dan berhasil mengumpulkan dana sebesar US$618 juta dalam IPO perdananya, melalui beberapa investor termasuk Alibaba, Tencent, dan miHoYo.
Sebelum mendirikan MiniMax pada tahun 2021, Yan Junjie pernah bekerja di salah satu perusahaan AI Tiongkok, SenseTime, yang juga terdaftar di Bursa Efek Hong Kong. Yan bekerja di perusahaan tersebut selama lebih dari enam tahun. (Bagas Satria Abdulgani)





