Setor-sektor Prioritas RI yang Bakal Jadi Sorotan di WEF 2026

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Sektor prioritas Indonesia seperti energi, pangan dan manufaktur berpotensi besar diminati investor pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Gelaran ekonomi tahunan itu akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada pekan ini.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyatakan proyeksi arus investasi ke Indonesia ke depan mengarah pada sektor-sektor strategis yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan kebutuhan global. Sektor energi menjadi salah satu fokus utama, seiring komitmen pemerintah terhadap transisi energi dan pengembangan energi terbarukan.

Baca Juga :
Prabowo Bakal Pidato di World Economic Forum Davos pada 22 Januari 2026
Menikah Tanpa Anak Jadi Tren, Fenomena DINK Menguat

“Indonesia saat ini sangat membutuhkan investasi di sektor transisi energi, energi terbarukan, serta industri hijau. Apalagi Presiden telah mencanangkan proyek pengembangan kapasitas listrik hingga 100 gigawatt,” ujar Esther di Jakarta, Senin, 19 Janauari 2026.

Dia mengatakan, selain energi, sektor pangan juga dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi investor. Esther menekankan pentingnya investasi di sektor ini untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pangan nasional maupun regional, sekaligus mendorong pertumbuhan industri padat karya. Sektor potensial berikutnya adalah manufaktur, khususnya pengembangan industri bernilai tambah tinggi.

Esther menyebut penguatan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebagai salah satu peluang utama yang bisa ditawarkan Indonesia di forum internasional tersebut. Di samping itu, industri tekstil juga mulai kembali dirawat dan dikembangkan agar tetap kompetitif di panggung internasional.

Lebih lanjut Esther turut menggarisbawahi langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah untuk lebih menarik minat investor di ajang WEF Davos yang diselenggarakan 19-23 Januari 2026 tersebut yakni dengan cara memberikan insentif yang fleksibel.

“Investor akan tertarik jika insentif yang diberikan bersifat customize. Pendekatannya harus lebih personal, tidak hanya lewat forum besar,” ucapnya.

Dia menambahkan pemerintah juga perlu menyiapkan peta jalan dan rencana bisnis yang jelas dan terukur. Ini penting untuk meyakinkan investor mengenai manfaat menanamkan modalnya di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebutkan kehadiran Indonesia dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, merupakan bagian dari strategi konsisten diplomasi ekonomi RI di tingkat internasional untuk memacu daya saing.

Baca Juga :
Rosan Buka Suara Soal Wacana Pembentukan BUMN Tekstil
Rosan: Investasi Rp 1.931 Triliun di 2025 Ciptakan 2,7 Juta Lapangan Kerja
Rosan Pede Investasi Danantara di Kesehatan dan Hilirisasi Bakal Dongkrak PMDN 2026

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cara Mudah Cek Tagihan PDAM Tanpa Ribet, Gak Perlu Datang ke Kantor!
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peningkatan Kualitas Terlihat di MilkLife Soccer Challenge Tangerang & Semarang Seri 2 2025 – 2026
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Persik Kediri Perpanjang Kontrak Kaptennya Ezra Walian hingga 2029
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Kakanwil BPN Bali Tetap Bekerja Meski Sudah Ditetapkan Tersangka
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Enam Pohon Tumbang di Jakarta Akibat Cuaca Ekstrem, Timpa Rumah dan Kabel Listrik
• 11 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.