EBT Jadi Primadona Investasi 2026, Simak Manuver Bisnis BREN, ADRO, hingga ARC

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Sektor energi terbarukan atau renewable energy (EBT) dinilai berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap realisasi investasi pada tahun ini. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebut, ketertarikan investor terhadap sektor EBT semakin tinggi seiring arah kebijakan transisi energi nasional.

“Salah satu sektor yang kami lihat potensinya sangat besar dan appetite-nya dari investor juga sangat tinggi adalah energi baru terbarukan atau renewable energy," ujar Rosan dalam konferensi pers realisasi investasi 2025 pada akhir pekan lalu, Kamis (15/1). 

Rosan yang juga menjabat sebagai CEO Danantara ini menjelaskan, peluang di sektor EBT masih terbuka lebar. Indonesia memiliki potensi EBT mencapai 3.700 gigawatt, tetapi kapasitas terpasangnya baru mencapai 15,1 gigawatt atau kurang dari 1%. Sektor ini juga memiliki nilai tambah yang tinggu terhadap perekonomian.

Selain itu, porsi EBT dalam bauran energi nasional diproyeksikan mencapai 76% dalam RUPTL PLN 2025-2034. Potensi EBT Indonesia tersebar di berbagai sumber, seperti tenaga surya, hidro, dan panas bumi (geothermal). 

Adapun pada tahun ini, pemerintah menetapkan target investasi mencapai Rp 2.175 triliun. Investasi akan memiliki peran cukup besar dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional berasal, yang akan mencapai 28-29%. “Inilah yang bisa kami dorong juga melalui kehadiran Danantara,” ujarnya.

Menilik Bisnis Emiten EBT: BREN, ADRO, hingga ARC

Sejumlah perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia pun kini tengah berlomba-lomba melakukan diversifikasi bisnis ke sektor energi bersih. Salah satu emiten yang tercatat memiliki bisnis EBT adalah perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangesto, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

BREN saat ini tengah fokus memperkokoh portofolio bisnis di sektor geothermal dan wind farm. Perseroan menargetkan total kapasitas pembangkit mencapai 2.300 MW pada 2032, dengan sejumlah proyek strategis yang rampung bertahap hingga 2026. BREN saat ini mengoperasikan tiga aset panas bumi utama Wayang Windu, Salak, dan Darajat dengan total kapasitas 710 MW, menjadikannya pemimpin nasional di sektor panas bumi. Saham BREN pada perdagangan pekan lalu ditutup di level Rp 9.700 dengan kapitalisasi mencapai Rp 1.297 triliun.

Kemudian, ada emiten pelat merah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang unggul di sektor energi panas bumi. Kekuatan PGEO bertambah setelah perseroan menjalin kerja sama strategis dengan Danantara dalam proyek yang masuk kategori investasi prioritas nasional, membuka ruang ekspansi jangka menengah. 

Dalam keterbukaan informasi terbaru, manajemen PGEO menyampaikan komitmen memperluas pemanfaatan energi bersih dengan mengembangkan green data center berbasis energi panas bumi. Langkah ini diperkuat melalui kolaborasi strategis dengan Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Emiten sektor emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCHI) melakukan diversifikasi bisnis ke sektor EBT. Perseroan merambah energi panas bumi melalui pembentukan perusahaan patungan PT Toka Tindung Geothermal (TTG) bersama Ormat Geothermal Indonesia. 

Proyek panas bumi di Bitung, Sulawesi Utara, menargetkan kapasitas 40 MW dan telah mengantongi izin panas bumi. Langkah ini membuka sumber pendapatan baru di luar bisnis emas dan perak. 

Kemudian emiten Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), mengembangkan portofolio EBT dari hulu ke hilir. Selain panas bumi dengan potensi awal 440 MW, DSSA juga membangun pabrik sel dan panel surya berkapasitas 1 GW per tahun di Kawasan Industri Kendal. 

Dari grup Adaro, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) kini memusatkan perhatian pada bisnis mineral dan energi terbarukan setelah memisahkan bisnis batu baranya ke PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Pengembangan EBT dijalankan melalui PT Alamtri Renewables Indonesia, dengan proyek PLTS di Kalimantan Tengah serta PLTA di kawasan industri Kalimantan Utara.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rawa Terate Cakung Banjir Hampir 2 Meter, Warga Pilih Bertahan di Lantai 2 Rumah
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Piala AFF 2026: Momentum Timnas Indonesia Akhiri Kutukan bersama John Herdman
• 11 jam lalubola.com
thumb
WFP: Bantuan Pangan Sudan Hampir Habis Jika Dana Tak Kunjung Turun
• 8 jam laluidntimes.com
thumb
Jadwal dan Tata Cara Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Lengkap
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
• 19 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.