Jakarta, IDN Times – Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) pada Kamis (15/1/2026) menyampaikan peringatan bahwa bantuan pangan darurat di Sudan terancam terhenti sepenuhnya dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi itu bisa terjadi jika tambahan dana sebesar 700 juta dolar AS (setara Rp11,8 triliun) tidak diterima sebelum akhir Maret 2026, di tengah konflik bersenjata yang telah berlangsung lebih dari seribu hari.
Situasi tersebut muncul ketika perang saudara antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) terus berlanjut sejak pertengahan April 2023. Konflik panjang itu memicu krisis kelaparan dan pengungsian terbesar di dunia saat ini.
Direktur Kesiapsiagaan dan Respons Darurat WFP Ross Smith menggambarkan dampak konflik yang kian menghancurkan.
“Setiap hari pertempuran berlanjut, keluarga semakin tenggelam dalam kelaparan dan komunitas semakin didorong ke tepi jurang,” kata Smith, dikutip dari UN News.




