Jakarta, IDN Times - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel merasa selama ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan perlakuan baik dan cocok dengan makanannya. Menurutnya, hanya kebutuhan batin yang tidak pas.
"Makanan, vitamin, nutrisi, pas semua. Yang gak pas kebutuhan batin kita," ujarnya sambil tersenyum menjelang persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Noel merasa dirinya bertambah lebih gemuk selama ditahan KPK. Menurutnya, penahanan yang dilakukan KPK menyelematkannya.
"Saya sampaikan terima kasih ke penyidik KPK karena mereka menyelamatkan saya, bukan menyiksa saya. Kalau saya masih di luar mungkin gak tahu lah.. kawan-kawan kan tahu bagaimana pengusaha pengusaha yang saya sidak dan melakukan perlawanan," ujarnya.
Diketahui, Immanuel Ebenezer ditahan KPK setelah dirinya dan sejumlah pihak lainnya terjaring dalam operasi tangkap tangan pada Agustus 2025. Ia menjadi anggota Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kena OTT KPK.
Selain Immanuel Ebenezer, kasus ini juga menjerat 10 pihak lainnya. Mereka adalah Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025; Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022-sekarang; Subhan selaku Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 tahun 2020-2025; Anitasari Kusumawatiselaku Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020.
Lalu, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025 sampai sekarang; Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025;
Kemudian, Sekasari Kartika Putri selaku Subkoordinator; Supriadi selaku koordinator; Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia; dan Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia.




