Emas Masih Kinclong, Segini Proyeksi Harganya untuk Hari Ini

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Harga emas dunia (XAU/USD) menunjukkan pergerakan yang fluktuatif hari ini, seiring kombinasi sentimen profit taking dan meningkatnya ketidakpastian global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, emas (XAU/USD) masih berada dalam tren bullish yang menguat, meskipun sempat terkoreksi akibat aksi ambil untung investor pada akhir pekan lalu.

Pada perdagangan Jumat, 16 Januari 2026, XAU/USD mencatatkan penurunan lebih dari 0,70 persen. Pelemahan ini dipicu oleh aksi profit taking setelah reli yang berlangsung selama dua pekan terakhir.

Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja tidak selemah perkiraan, sehingga memicu keraguan di kalangan pelaku pasar terhadap kemungkinan Federal Reserve (Fed) memangkas suku bunga hingga dua kali dalam waktu dekat.

"Perubahan ekspektasi tersebut tercermin dari pasar swap yang mulai mengurangi proyeksi pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat," ungkap analis Dupoin Futures Andy Nugraha, mengutip analisis hariannya, Senin, 19 Januari 2026.

Meski mengalami koreksi, Andy menilai tekanan jual masih bersifat terbatas. Secara teknikal, kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan tren bullish XAU/USD justru semakin menguat. Pergerakan harga yang masih bertahan di atas rata-rata pergerakan utama mengindikasikan minat beli tetap mendominasi pasar, sehingga peluang penguatan lanjutan masih terbuka.

Berdasarkan proyeksi teknikal, jika tekanan bullish mampu dipertahankan pada perdagangan hari ini, XAU/USD berpotensi melanjutkan penguatan hingga menguji area USD4.750. Level tersebut dipandang sebagai target kenaikan terdekat dalam jangka pendek.

Namun, Andy juga mengingatkan apabila harga gagal melanjutkan penguatan dan kembali terkoreksi, maka potensi penurunan terdekat diperkirakan mengarah ke area USD4.565 yang berperan sebagai support penting.
  Baca juga: Wow! Harga Emas Terus Cetak Rekor, Saatnya Berinvestasi?

(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
  Emas kembali menguat signifikan
Memasuki awal pekan, pergerakan emas kembali menunjukkan penguatan signifikan. Pada sesi awal Asia Senin (19/1), harga emas tercatat melonjak dan mencetak rekor tertinggi baru di dekat level USD4.675 per troy ons.

Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland.

Trump menyatakan akan mengenakan tarif sebesar 10 persen terhadap barang-barang dari negara-negara seperti Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Inggris, dan Norwegia mulai 1 Februari. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran akan potensi aksi balasan dari Uni Eropa, sehingga mendorong investor kembali memburu aset safe haven tradisional seperti emas.

Para duta besar Uni Eropa dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk meningkatkan upaya diplomasi sembari mempersiapkan langkah-langkah pembalasan jika kebijakan tarif tersebut diberlakukan.

Di sisi lain, penguatan emas masih dihadapkan pada tekanan dari arah kebijakan moneter AS. Sejumlah data ekonomi AS menunjukkan perbaikan di sektor pasar tenaga kerja, yang menurunkan probabilitas tersirat pemangkasan suku bunga Fed dalam waktu dekat.

Kontrak berjangka dana Fed kini menunda ekspektasi penurunan suku bunga berikutnya ke Juni dan September. Pandangan bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama cenderung menopang dolar AS dan imbal hasil obligasi, yang berpotensi membatasi ruang kenaikan emas ke depan.

"Secara keseluruhan, pergerakan harga emas hari ini masih akan diwarnai volatilitas tinggi. Faktor geopolitik global berpotensi menjaga tren bullish tetap terjaga, namun tekanan dari penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap menjadi risiko yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar," urai Andy.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tersenyum Menghadapi Akhir Permainan Hidup
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Sahrin Hamid Optimis Partai Gerakan Rakyat akan Memenuhi Syarat Jadi Parpol yang Diakui Negara
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
137 Ton Sampah Diangkut dari Pesisir Tanggul Laut Muara Baru
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Komposisi Pemain Sudah Dirombak, Jafri Sastra Ungkap Penyebab PSIS Tetap Dihantui Hasil Buruk
• 15 jam lalubola.com
thumb
Klasemen Liga Jerman: Muenchen jaga jarak 11 poin dengan Dortmund
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.